Minggu, 19 Mei 2019 20:28 WIB

Dokter Sebut Kurang Tidur Saat Ramadhan Bisa Bahayakan Kesehatan

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Jika ingin nyenyak, jangan mainkan ponsel sebelum tidur. Foto: iStock Jika ingin nyenyak, jangan mainkan ponsel sebelum tidur. Foto: iStock
Jakarta - Bulan puasa pasti memiliki dampak pada pola tidur kita. Kita harus bangun untuk sahur dini hari di luar jam ritme alami dan berangkat tidur lebih malam daripada biasanya.

Akibatnya, kurang tidur bisa terjadi dan hal tersebut tidak menyenangkan. Kurang tidur membuat kita lesu dan bisa saja menganggu kesehatan mental dan fisik.

"Makan sahur sebelum jam 4 bisa sebabkan kekacauan. Akibatnya, bisa memiliki konsekuensi negatif pada kesehatan fisik dan mental," kata Dr Walid Abdul-Hamid, psikiater di Priory Wellbeing Centre Dubai, dikutip dari Mvslim.


Dr Hady Jerdak, spesialis penyakit paru dan obat tidur di Medcare Hospital Dubai menambahkan, masalah tidur yang berulang bisa menjadi cara tubuh menunjukkan ada sesuatu yang salah. Meningkatnya kadar stres, perubahaan mood dan kecemasan adalah cara tubuh mungkin memberi tahu kita bahwa tubuh mengalami gangguan tidur.

"Kebalikannya juga bisa, masalah tidur terkadang bisa menjadi gangguan kecemasan. (Kurang tidur) melemahkan sistem imun melawan virus, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2, serta masalah terkait dengan penyakit jantung," imbuh dia lagi.

Oleh karena itu Dr Abdul-Hamid menyarankan untuk tidur dan bangun pada jam yang sama tiap harinya, apakah itu lebih awal atau lebih larut daripada jam tidur biasamu sebelum puasa, dan hindari tidur siang.

Kemudian, jangan makan berlebihan sebelum tidur, lanjutnya, dan hindari makanan cepat saji dan olahan. Makanan-makanan ini dapat berdampak pada kualitas tidur. Lalu perbanyak paparan sinar matahari di pagi hari dan kurangi paparan sinar lampu di malam hari untuk membantu ritme sirkadian alami tubuh.

(frp/kna)
News Feed