Senin, 03 Jun 2019 11:22 WIB

Rentan Serang Pemudik, Ini Cara Mudah Atasi Hipertensi

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi hipertensi. Foto: Thinkstock Ilustrasi hipertensi. Foto: Thinkstock
Jakarta - Arus mudik semakin padat membuat para pemudik semakin rentan terkena penyakit. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan menerima sejumlah laporan penyakit dari 923 pos kesehatan mudik di 34 provinsi hingga hari Minggu (2/6), dua penyakit teratas ditempati oleh ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan hipertensi.

Angka tersebut diakumulasikan dari jumlah kunjungan pemudik ke pos kesehatan. Para pemudik yang sakit langsung diberi penanganan medis dan obat-obatan. Berikut keenam penyakit yang dialami pemudik tahun ini:

- ISPA 456 orang
- Hipertensi 287 orang
- Gangguan pencernaan 275 orang
- Diare 82 orang
- Kardiovaskular 51 orang
- Keracunan 3 orang.


Tekanan darah diklasifikasikan tinggi apabila saat diukur menunjukkan angka di atas 140/90 mmHg. Tekanan darah normal ditunjukkan angka 120/80 mmHg, demikian menurut ABC News.

Saat jantung memompa, darah didorong mengalir ke seluruh tubuh lewat pembuluh darah, memberikan tekanan pada dindingnya. Tekanan dapat menumpuk apabila pembuluh darah terlalu sempit, jika jantung berdenyut lebih cepat atau lambat atau volume darah bertambah karena adanya retensi cairan.

"Kita memiliki rata-rata 100 ribu denyut jantung dalam sehari. Jika tiap kali jantungmu berdenyut ia melawan tekanan yang meningkat bisa menyebabkan kerusakan struktural dan fungsional pada jantung, ginjal, otak dan arteri itu sendiri," terang James Sharman, deputi direktur dari Menzies Institute for Medical Research.

Nyaris 50 persen penyebab penyakit jantung, stroke, dan gagal jantung adalah hipertensi. Pola makan yang terlalu banyak kandungan garam, berat badan berlebih, konsumsi alkohol dan kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor risiko terbesar.

Dr Sharman menyebut 80 hingga 90 persen kasus hipertensi dapat dicegah. Agar tidak mengganggu mudik dan khidmatnya Lebaran kamu nanti, kamu bisa mencegahnya dengan cara-cara berikut ini:

1. Perbanyak aktivitas fisik
Walau memang berolahraga meningkatkan tekanan darah, namun tidak berolahraga justru menjadi faktor risiko terbesar hipertensi. Dr Sharman menyebut rutin berolahraga dapat memperbaiki struktur dan fungsi arteri serta jantung.

Selain itu dapat juga menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan glukosa darah dan sensitivitas insulin sehingga menjauhkanmu dari risiko diabetes. Dan tentu saja, dengan aktif berkegiatan atau berolahraga bisa membantumu menjaga berat badan ideal dan sehat.

Dianjurkan untuk beristirahat 4 jam sekali apabila mudik menggunakan kendaraan sendiri. Gunakan waktu untuk meregangkan tubuh, memperbanyak aktivitas tubuh saat beristirahat.


2. Mengganti pola makan jadi lebih sehat
Kita semua tahu kaitan antara asupan garam dengan hipertensi sangatlah tinggi. Dijelaskan oleh Dr Sharman, semakin tinggi konsumsi garam, semakin banyak cairan yang ditahan oleh tubuh.

Disarankan untuk membatasi asupan garam tidak lebih dari satu setengah sendok teh dalam sehari. Kemudian hindari makanan olahan, saus, dan makanan cepat saji karena mengandung banyak garam.

Saat mudik, hindari juga membeli makanan sembarangan di pinggir jalan. Makanan bersantan dan gurih yang berlimpah ketika lebaran nanti juga patut kamu kurangi atau jika perlu, hindari.

"Hal termudah yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi asupan garam adalah menggunakan rempah dan bumbu untuk memberi rasa pada masakanmu ketimbang menggunakan garam," lanjutnya.

3. Kelola stres
Mudik sudah pasti identik dengan macet, yang sangat mungkin memicu terjadinya stres. Atau saat lebaran, bisa jadi kamu merasa stres karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan dari sanak keluarga seperti "Kapan nikah?"

Stres bisa menaikkan tekanan darah sementara, namun jika stres ini tidak segera dikelola dengan baik, bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Untuk itu sangat penting untuk mengelola stres agar tidak berkelanjutan. Kamu bisa mendengarkan lagu favorit saat perjalanan mudik untuk mengalihkan pikiranmu, atau belajar teknik relaksasi lewat pernapasan, saat ditanya "Kapan lulus?"

4. Berhenti merokok
Bulan puasa merupakan saat yang tepat jika kamu ingin berhenti merokok. Merokok merupakan salah satu faktor risiko terbesar dari melonjaknya tekanan darah dan berisiko tinggi menyebabkan masalah jantung.

Merokok dapat memperburuk mereka yang memiliki riwayat hipertensi di dalam keluarganya. Orang dengan riwayat hipertensi sangat disarankan untuk menghindari semua faktor risiko agar dapat mencegah penyakit tersebut muncul juga di dalam dirinya.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek beberapa waktu lalu juga bertitip pesan bagi para pemudik untuk tidak merokok saat perjalanan. Terutama bagi para pengemudi kendaraan umum.

5. Rutin mengecek tekanan darah
Banyak orang yang mengira mengecek tekanan darah hanya diperlukan apabila mereka merasa ada masalah atau hanya saat sakit saja. Padahal rutin mengecek tekanan darah sangat penting untuk menjaganya tetap stabil.

Kamu bisa mengeceknya ke puskesmas terdekat atau membeli peralatan tes tekanan darah sendiri di rumah. Namun sebelum membelinya, perhatikan bahwa alat yang kamu beli adalah alat yagn tervalidasi sehingga pembacaannya akurat dan dapat diandalkan.

Kementerian Kesehatan juga menyiagakan 6.047 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) selama perjalanan mudik H-7 hingga H+7 lebaran. Termasuk di antaranya adalah pos-pos kesehatan, yang bisa dimanfaatkan untuk mengecek tekanan darah.

"Manfaatkan pos kesehatan di rest area dan di tempat lain di jalur mudik. Pastikan kondisi tubuh sehat sebelum melanjutkan perjalanan," pesan Menkes Nila dalam rilisnya untuk wartawan.

(frp/up)
News Feed