Jumat, 28 Jun 2019 08:50 WIB

Masih Bergelambir, Aria Eks Bocah Tergemuk di Dunia Akan Jalani Operasi Lagi

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Transformasi Aria Permana. Foto: dok. Transformasi Aria Permana. Foto: dok.
Jakarta - Masih ingat dengan Aria Permana? Bocah asal Karawang yang pernah heboh hingga media internasional karena bobotnya yang mencapai 192 kg ini sekarang berhasil menyusutkan bobotnya hingga 87 kg. Pada akhir tahun 2017 lalu, ia menjalani bedah bariatrik lambung untuk membantu mengatasi obesitas ekstrem yang dialaminya.

"Alhamdulillah Aria BB (berat badan) ada 87 kg sekarang," kata Ade Soemantri (43), ayah Aria, saat berbincang dengan detikHealth melalui pesan singkat pada Kamis (27/6/2019).

Meski begitu, ada satu hal yang tetap mengganggu dan menyulitkan Aria, yakni kulit yang menggelambir di seluruh tubuhnya. Dituturkan Ade, gelambir kulit pada tubuh Aria sangat mengganggu Aria beraktivitas dan menjadikannya minder.

"Kalau Aria lagi jalan dan bajunya longgar keliatan nggak nyaman banget, kulit tangan dan perut gerak-gerak mengikuti gerakan langkah Aria," kata Ade.



Aria bersama Ade Rai.Aria bersama Ade Rai. Foto: Ade Soemantri/dok.pribadi


Kulit sisa tersebut merupakan kulit yang mengalami peregangan akibat lemak yang sebelumnya menumpuk di tubuh Aria. Kini lemak tersebut sudah berkurang, namun kulit yang sudah tertarik tidak dapat kembali seperti semula akhirnya menggantung dan menggelambir.

Seharusnya ia menjalani operasi pengangkatan kulit gelambir pada tahun lalu, namun kendala soal biaya menahannya.
Ade menyebutkan kini Aria masih dalam tahap pemeriksaan dan perkiraan biayanya akan mencapai 200 juta rupiah.

Jumlah biaya tersebut tentu sangat besar bagi Ade yang sehari-harinya bekerja sebagai sekuriti pabrik tekstil dengan sang istri Rohayah (37) yang menjadi ibu rumah tangga. Namun jika Aria tak segera mengangkat sisa kulit tersebut, bisa berdampak besar pada kepercayaan dirinya.

Obesitas ekstrem Aria disebabkan oleh konsumsi mi instan yang berlebihan, sehari bisa mengonsumsi hingga 6 bungkus. Ditambah dengan mengonsumsi minuman manis tanpa meminum air putih sama sekali, sekitar 20 gelas per harinya.

Hebohnya Aria sampai menyita perhatian binaragawan Ade Rai. Ia sendiri akhirnya turun tangan untuk membantunya berolahraga dan memberinya beberapa peralatan untuk membuat Aria bergerak. Hingga kini, Ade Rai mengaku masih memotivasi Aria untuk terus hidup sehat.



Transformasi Aria. Transformasi Aria. Foto: Frieda/detikHealth


Kini Ade menyebut Aria semakin aktif. Ia pun rutin berolahraga seperti berenang dan bermain sepak bola. Aria juga mengatur makannya, selain isinya yang harus sehat, porsinya juga tidak terlalu banyak agar ia tidak muntah.

Hal itu disebabkan oleh operasi bedah bariatrik lambung yang dilakukannya dengan memangkas lambung nyaris sepertiga dari ukurannya. Dampaknya, asupan makan bocah yang kini telah duduk di bangku SMP itu menjadi berkurang drastis, misalnya hanya menjadi lima sendok saja.

"Harapan kami, ingin Aria seperti anak-anak yang lainnya beraktivitas bebas tanpa gangguan dari gelambir-gelambir kulitnya. Untuk yang berdonasi kami mengucapkan banyak terima kasih semoga apa yang mereka sumbangkan buat Aria mendapatkan balasan dari Allah SWT," tandas Ade.

Apakah kamu ingin membantu Aria untuk bisa beraktivitas lebih bebas tanpa terganggu gelambir kulit yang bikin minder? Kamu bisa mulai berdonasi dengan klik DI SINI.




Simak Video "Curhat Aria Permana Obesitas Hingga 192 Kg"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)