Sabtu, 29 Jun 2019 20:15 WIB

Ini Alasan Aria 'Bocah Tergemuk' Perlu Operasi Angkat Gelambir di Kulit

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Aria Permana kini berbobot 87 kilogram dengan bekas bobot terdahulu meninggalkan gelambir. Foto: Dok. Pribadi Ade Soemantri Aria Permana kini berbobot 87 kilogram dengan bekas bobot terdahulu meninggalkan gelambir. Foto: Dok. Pribadi Ade Soemantri
Jakarta - Aria Permana (13), yang dulu sempat dijuluki Bocah Tergemuk Sedunia kini akan menjalani tahapan terakhir untuk bisa menjadi anak normal seusianya. Bocah asal Karawang, Jawa Barat ini sedang menanti operasi pengangkatan gelambir yang 'bergantung' di seluruh tubuhnya.

Gelambir itu, diakui oleh sang ayah, Ade Soemantri (43), tak hanya mengganggu penampilan Aria namun juga mengganggu aktivitasnya. Namun untuk melakukan operasi tersebut mereka masih terkendala biaya yang diperkirakan bisa mencapai hingga 200 juta rupiah.

"Kalau Aria lagi jalan dan bajunya longgar keliatan nggak nyaman banget, kulit tangan dan perut gerak-gerak mengikuti gerakan langkah Aria," kata Ade saat dihubungi detikHealth, baru-baru ini.

Dijelaskan oleh dokter kulit dari RS Surya Husada Bali, dr Laksmi Duarsa, SpKK, operasi pengangkatan gelambir merupakan proses kosmetik di mana sisa gelambir kulit hasil penurunan berat badan drastis dari obesitas ekstrem dipotong dengan prosedur tertentu.

Jika gelambir tersebut tidak segera dipotong tidak akan menimbulkan bahaya tertentu, namun dr Laksmi menyebut mungkin bisa berdampak pada penampilan yang terganggu. dr Laksmi mengatakan usai menjalani operasi tersebut, Aria bisa mengalami penyakit ini.
"Yang saya tahu akibat dari bedah plastik ini adalah kalau dia punya faktor keloid. Keloid itu daging tumbuh di bekas luka jahitan. Asal dokter bedah plastik ngambilnya bagus, tidak mengenai pembuluh darah atau saraf, ya aman," tutur dr Laksmi kepada detikHealth, Kamis (27/6/2019).

Situs Health Line menerangkan keloid bisa terjadi saat jaringan serat terbentuk di sekitar luka untuk memperbaiki dan melindungi luka tersebut. Dalam beberapa kasus, jaringan ini bertumbuh dan membentuk bintil daging yang terkadang lebih besar dari luka sendiri.

Keloid tidak berbahaya bagi kesehatan, namun bisa mengganggu karena rasa gatal, tidak nyaman, lembek atau iritasi yang bisa terjadi karena kontak dengan pakaian.

Aria berhasil menurunkan bobotnya dari 192 kg hingga 87 kg melalui operasi bariatrik lambung pada 2017 lalu. Operasi itu memangkas lambungnya hingga hanya berukuran sepertiga dari ukuran asli, dan juga memangkas asupan makanannya jadi hanya 5 sendok saja tiap makan.

Tak hanya itu, proses dietnya juga dibarengi dengan olahraga dan makan-makanan yang sehat. Aria kini menyenangi berenang dan tentu saja olahraga favoritnya, sepak bola.



Simak Video "Curhat Aria Permana Obesitas Hingga 192 Kg"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)