Selasa, 16 Jul 2019 15:35 WIB

Saran Psikolog Menghadapi Anggota Keluarga yang Sedang Baby Blues

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Berikan support dan hindari mengkritik ibu yang sedang hadapi baby blues. (Foto: Thinkstock) Berikan support dan hindari mengkritik ibu yang sedang hadapi baby blues. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Di Sukabumi, Jawa Barat, sedang heboh kejadian istri bacok suami sendiri. Polisi menyebut Aminah (43) nekat melakukan hal tersebut kepada Maman (47) karena mengalami baby blues.

"Hasil pemeriksaan terhadap Aminah, dokter yang menangani tidak menemukan adanya gangguan kejiwaan. Pasien Aminah menderita depresi berat yang disebabkan oleh baby blues sindrom atau sindrom pascamelahirkan," kata Humas RSUD Sekarwangi Ramdansyah beberapa waktu lalu.

Terkait hal tersebut psikolog keluarga Nuzulia Rahma menjelaskan kalau baby blues bisa dialami sampai 80 persen ibu yang baru melahirkan. Gejalanya mulai dari mudah berubah emosi, kehilangan nafsu makan, hingga sulit tidur.


Menurut Nuzulia bila ada anggota keluarga yang menunjukkan ciri-ciri tersebut maka kita harus bisa memberikan dukungan yang dibutuhkan. Tujuannya agar baby blues cepat reda tidak berkembang menjadi kondisi lebih serius seperti depresi atau psikosis pascamelahirkan.

"Support. Pertama bantu hal ringan rumah, bergantian jaga anak. (Suami -red) banyak memeluk, mendengarkan keluhan istrinya bingung dan lain-lain," kata Nuzulia kepada detikHealth, Selasa (16/7/2019).

"Dari lingkungannya juga jangan banyak mengkritik. Menerima kritik itu sulit bagi ibu yang mengalami kelelahan. Kalau ibu merasa berjuang sendirian bisa bikin drop," pungkasnya.



Simak Video "Bungee Workout, Olahraga Paduan Tari dan Akrobat"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/frp)