Jumat, 26 Jul 2019 11:59 WIB

Kualitas Polusi Udara Jakarta Sentuh Angka 184, Apa Artinya?

Firdaus Anwar - detikHealth
Polusi udara di Jakarta. Foto: Rifkianto Nugroho Polusi udara di Jakarta. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Selama beberapa hari terakhir DKI Jakarta menjadi sorotan karena masalah polusi udara. Situs pemantau kualitas udara Air Visual pada Jumat (26/7) pagi sempat memberi nilai Air Quality Index (AQI) Jakarta di angka 184, paling parah sedunia.

Semakin tinggi nilai AQI maka semakin buruk polusi udara di tempat tersebut. Hal ini karena skor diberikan berdasarkan penghitungan jumlah enam polutan utama di udara yaitu particulate matter (PM) 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.



Dikutip dari Badan Perlindungan Lingkungan Hidup Amerika Serikat (EPA) berikut arti skor AQI:

Skor 0-50 = Kualitas udara di suatu tempat baik tak berisiko kesehatan.
Skor 51-100 = Kualitas udara menengah masih bisa diterima meski mungkin ada sedikit risiko kesehatan.
Skor 101-150 = Kualitas udara buruk terutama bagi anak dan orang tua berisiko menimbulkan penyakit.
Skor 151-200 = Kualitas udara sangat buruk berbahaya bagi semua populasi.
Skor 201-500 = Kondisi darurat kesehatan, semua populasi mungkin mengalami masalah kesehatan.

Menurut beberapa ahli polutan PM 2,5 disebut paling berbahaya karena ukurannya yang kecil. Saking halusnya PM 2,5 dapat dihirup tubuh dan langsung menembus paru-paru masuk ke aliran darah. Ketika sudah di darah partikel dapat menjalar ke seluruh tubuh menyebabkan berbagai kerusakan.

Beberapa penelitian melihat dampak polusi udara terhadap masalah kesehatan otak, penyakit kardiovaskular, kanker, obesitas, penurunan kecerdasan, hingga tentunya penyakit pernapasan.



Simak Video "Cara Natasha Rizky Lindungi Keluarga dari Polusi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)