Jumat, 23 Agu 2019 05:36 WIB

Rokok Elektrik Merusak Jaringan Pembuluh Darah Meski Baru Sekali Digunakan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi rokok elektrik (Foto: iStock) Ilustrasi rokok elektrik (Foto: iStock)
Topik Hangat Vape Vs Pneumonia
Jakarta - Sebuah penelitian baru menunjukkan efek dari penggunaan rokok elektrik atau vape dan keterkaitannya dengan pembuluh darah. Studi tersebut menuliskan terdapat perubahan fungsi kardiovaskular seperti jantung dan pembuluh darah setelah nge-vape meski dalam kasus ini, liquid atau cairan vape tidak mengandung nikotin.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Radiology menyimpulkan meski orang yang menggunakan vape terlihat sehat, saat mereka diperiksa dengan MRI ditemukan perubahan aliran darah dalam arteri femoralis di kaki meski baru sekali digunakan.

Sayangnya, peneliti belum bisa menentukan bahan kimia mana yang bertanggung jawab atas perubahan dan kerusakan tersebut.



"Meski perubahannya hanya berlangsung beberapa menit, namun jika seseorang nge-vape terus menerus kerusakan pembuluh darahnya akan permanen," sebut Felix W Wehrli, penulis studi dan profesor ilmu radiologi dan biofisika di Perelman School of Medicine, University of Pennsylvania, mengutip CNN.

Penelitian ini adalah studi terbaru yang bertujuan untuk mengukur dampak rokok elektrik pada jantung, pembuluh darah, paru-paru dan otak.

Meski banyak yang mengatakan vape lebih 'sehat' dari rokok konvensional, saat ini peneliti masih mencari potensi toksik atau racun dari perasa, partikel, logam berat dan komponen lain yang digunakan dalam rokok elektrik.



Simak Video "Amankah Rokok Elektrik Digunakan?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)
Topik Hangat Vape Vs Pneumonia