Sabtu, 14 Sep 2019 16:00 WIB

Ini Alasan Psikologis Seseorang Bisa Kena Tipu Cerita Sedih Driver Ojol

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi tertipu cerita sedih. Foto: iStock Ilustrasi tertipu cerita sedih. Foto: iStock
Topik Hangat Tertipu Cerita Sedih
Jakarta - Viralnya modus penipuan yang dilakukan driver ojol dengan menceritakan cerita sedih agar korbannya iba dan mau memberikan bantuan materi membuat banyak orang jadi lebih perhatian dengan modus-modus serupa.

Namun tidak jarang ada saja orang yang tertipu walau sudah mengetahui banyak kasus penipuan beredar di publik. Psikolog dari Universitas Indonesia Firman Ramdhani mengatakan bahwa seseorang bisa mengalami penipuan karena berkaitan dengan pengalaman pribadi.

"Dulu booming penipuan itu telpon terus (bilang) 'inget gue nggak?'. Kenapa orang terpancing ketipu? Karena kita relate sama suara orang yang mirip dengan teman kita misalnya. 'Anto ya?', 'Iya gue Anto', kan penipu itu menjalankan aksinya. Ujung-ujungnya dia minjem duit, padahal yang dia omongin general bgt, apa kabar, sibuk apa," jelasnya kepada detikcom, Sabtu (14/9/2019).



Menurut Firman, saat berkaitan dengan pengalaman pribadi, baik pernah mengalami momen yang sama atau pernah berjuang langsung dalam momen yang sama, modus itu akan masuk ke dalam pikiran believe system seseorang.

Rasa kasihan dan simpati seseorang akan membuat otak emosi aktif, maka cenderung dapat menyebabkan otak berpikir menurun.

"Sederhananya kalau kita lagi marah kita bisa ngelakuin hal-hal yang nggak pernah kita lakuin sebelumnya kan," imbuh Firman.

Berbeda lagi jika modus yang dilakukan penipu tidak berkaitan sama sekali dengan pengalaman pribadi seseorang, maka cenderung menimbulkan kecurigaan pada si calon korban. Akhirnya, logika berpikirnya akan lebih aktif daripada otak emosionalnya.



Simak Video "Viral Cerita Karyawan Sakit Leher Menahun Karena Kelamaan Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)
Topik Hangat Tertipu Cerita Sedih