Minggu, 22 Sep 2019 13:20 WIB

Dicibir Cari Sensasi, Ini Alasan Kedai Kopi di Bekasi Pekerjakan Kaum Difabel

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Keuntungan kedai kopi ini juga disalurkan untuk anak-anak yang tak mampu (Foto: Rachman Haryanto/detikHealth) Keuntungan kedai kopi ini juga disalurkan untuk anak-anak yang tak mampu (Foto: Rachman Haryanto/detikHealth)
Jakarta - Kedai kopi saat ini sangat marak hadir di tengah-tengah masyarakat. Cokisela Christian Tobing, pengusaha prostetik dan ortotik di Bekasi juga mengikuti arus yang sama. Bedanya, kali ini dia membuat kedai kopi yang ramah disabilitas.

Sebuah meja dengan dua sofa yang berhadapan terlihat dari luar pintu kaca. Di sebelahnya terdapat ruang kecil sebagai tempat meracik kopi yang bertuliskan Kopi Demi Anak tertera di depan. Tangga landai di bagian luar kedai tersedia untuk memudahkan akses penyandang disabilitas.

Coki baru saja membuka Kopi Demi Anak pada akhir Agustus lalu. Kedai ini berlokasi sama dengan workshop prostetik dan ortotik DARE miliknya. Dia merekrut seorang barista baru, Chairul Ichwan yang merupakan penyandang disabilitas pengguna kaki palsu. Warganet pun menyerbu media sosial Coki. Pengusaha ini dianggap hanya mencari sensasi atau marketing gimmick.

"Kita bukan cari keuntungan dari teman-teman difabel. Toh juga hasil dari kopi ini, kenapa namanya Kopi Demi Anak, hasil dari kopi ini untuk bantu anak-anak yang enggak mampu beli alat-alat yang jutaan. Jadi kalau dibilang mau memperkaya diri dengan cara meng-hire teman-teman difabel itu jelas enggak tepat," tegas Coki saat ditemui detikcom Kamis (19/9) lalu.

Karena mempekerjakan penyandang disabilitas, kedai kopi ini sempat dicibir cari sensasi.Karena mempekerjakan penyandang disabilitas, kedai kopi ini sempat dicibir cari sensasi. Foto: Rachman Haryanto/detikHealth




Kedai yang berlokasi di Grand Galaxy City Ruko Sentra Komersial Blok RSK 2 no. 39 Bekasi ini rencananya akan hadir di kota-kota lainnya. Coki juga berencana akan tetap menjadikan teman disabilitas sebagai barista. Tujuannya adalah memberikan lapangan pekerjaan bagi para difabel.

"Menurut saya ini hal yang seluruh perusahaan harus lakukan ini. Memang waktu kami bikin job fair aja kita susah memang ngajak perusahaan," kata Coki.

"Karena difabel sendiri bukan sekadar jargon, bukan sekadar kata-kata pemanis. Difabel (diffable) kan artinya different ability, dan kayak Bang Ichwan, punya kemampuan dengan cara yang berbeda," tuturnya.

Penyandang disabilitas selayaknya mendapat peluang yang sama untuk bekerja.Penyandang disabilitas selayaknya mendapat peluang yang sama untuk bekerja. Foto: Rachman Haryanto/detikHealth




Simak Video "Suka Tidur dengan Bantal Tinggi? Waspada Gejala Penyakit Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)