Senin, 14 Okt 2019 06:50 WIB

Round Up

No Bra Day yang Tak Jelas Asal Usulnya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kampanye lempar bra di China (Foto: ChinaFotoPress via Getty Images) Kampanye lempar bra di China (Foto: ChinaFotoPress via Getty Images)
Jakarta - No Bra Day alias sehari tanpa BH diperingati tiap tanggal 13 Oktober, mengusung pesan tentang kepedulian terhadap kanker payudara. Kebetulan, Oktober secara resmi memang diperingati sebagai bulan kepedulian kanker payudara.

Namun tidak seperti bulan kepedulian kanker payudara yang memang secara resmi diakui organisasi kesehatan dunia (WHO), No Bra Day tidak diketahui pasti asal usul dan sejarahnya. Hanya ada catatan bahwa tradisi ini dimulai sekitar tahun 2011.

Soal muatan pesan tentang kepedulian kanker payudaranya pun, dari tahun ke tahun selalu mengundang kontroversi. Banyak yang menilai, tagar #NoBraDay di media sosial lebih didominasi oleh gambar-gambar vulgar dibandingkan pesan tentang deteksi dini.

Ramai-ramai melempar bra di Hangzhou, China.Ramai-ramai melempar bra di Hangzhou, China. Foto: ChinaFotoPress via Getty Images


Sementara itu, kaitan bra dengan kanker payudara juga banyak diselimuti mitos. Ada yang mengatakan bahwa secara rutin melepas bra bisa mengurangi risiko kanker payudara, khususnya pada bra yang berkawat. Menurut akhli kanker, manfaat melepas bra sebenarnya adalah melancarkan peredaran darah. Tidak lebih.

Di kalangan pendukungnya, kampanye No Bra Day memang tidak selalu harus berhubungan langsung dengan kanker payudara. Hal yang sama juga dilakukan dalam kampanye kepedulian Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) lewat Ice Bucket Challenge, yang tidak secara langsung berhubungan.



No Bra Day yang Tak Jelas Asal Usulnya


Simak Video "Payudara Prostetik untuk Pengidap Kanker Payudara"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)