Rabu, 16 Okt 2019 05:21 WIB

Tiap Bulan, RSJ Cisarua Tangani Belasan Anak Kecanduan Game dan Ponsel

Yudha Maulana - detikHealth
RS Jiwa Provinsi Jawa Barat menangani ratusan anak kecanduan gadget (Foto: Yudha Maulana/detikHealth) RS Jiwa Provinsi Jawa Barat menangani ratusan anak kecanduan gadget (Foto: Yudha Maulana/detikHealth)
Bandung Barat - Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua Provinsi Jawa Barat menangani ratusan pasien anak yang kecanduan gadget. Ada yang kecanduan bermain game, browsing internet, ataupun YouTube dalam beberapa tahun terakhir.

Sub spesialis kesehatan jiwa anak dan remaja, dr Lina Budiyanti mengatakan, dalam setiap bulannya pihaknya menangani 11 hingga 12 pasien anak, dengan rentang usia 7 hingga 15 tahun.

"Tidak hanya spesifik kecanduan game, ada juga karena YouTube. Ada remaja yang menonton YouTube seharian hingga muncul gejala psikologis," kata Lina saat ditemui di Cisarua, Selasa (15/10/2019).

Lina mengatakan, jumlah anak yang mengalami kecanduan gadget bertambah setiap tahunnya. Ia menduga makin mudahnya anak mengakses teknologi dan internet dengan mudah.

"Seperti kita ketahui, rasa senang itu ditimbulkan sama neuro transmiter.Dulu kalau mau senang itu lewat olahraga, rekreasi atau interaksi dengan sesama. Kalau sekarang, untuk mendapat dophamine itu di rumah juga anak-anak bisa bermain gadget, kalau berlebihan dophamine keluar terus nanti berubah fungsi, nanti bisa berdampak masalah psikiatri," kata Lina.



Pihaknya saat ini melakukan rehabilitasi dengan pendekatan holistik, dari sisi biologis, sosial dan psikologis. "Jadi kita intervensi dophamine itu untuk menyeimbangkan dari biologis, kemudian yang penting peran orang tua untuk aspek sosial dan psikologisnya," katanya.

Direktur RSJ Provinsi Jawa Barat, dr Elly Marliyani, mengatakan, untuk pasien yang harus rawat inap, pihaknya menyediakan 16 tempat tidur untuk pasien anak laki-laki dan sedangkan untuk pasien anak perempuan digabungkan dengan pasien dewasa.

"Sejak tahun 2016 pemakaian tempat tidur untuk pasien anak yang kencanduan ponsel sudah lebih dari 60 persen jadi trennya memang ada kenaikan," katanya.

Menurutnya, banyak pasien yang kecanduan ponsel tersebut akibat berbagai faktor, di antaranya gaya hidup yang berubah, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

"Di sinilah pentingnya pengawasan dan pendampingan orang tua. Pasien anak yang datang ke sini (RSJ Cisarua) jumlahnya memang ratusan, tapi kita juga tidak tahu jumlah anak yang dibawa ke tempat lain. Ini jadi perhatian kita semua," katanya.



Simak Video "WHO Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Gangguan Mental"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)