Kamis, 12 Des 2019 08:31 WIB

Ngetren di Luar Negeri, Mungkinkah Indonesia Punya Dokter Keluarga?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Konsep dokter keluarga masih belum populer di Indonesia (Foto: iStock)
Jakarta - Dokter keluarga mungkin sudah cukup umum dan biasa, jika di luar Indonesia. Tetapi, Indonesia sendiri belum menerapkan sistem pelayanan kesehatan seperti ini.

Menjawab permasalahan itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Daeng M Fakih mengatakan hal ini bisa saja diterapkan di Indonesia. Meskipun jumlah dokter berada di bawah jumlah yang sekarang, itu masih bisa dilakukan.

"Meskipun misalnya jumlah dokter di Indonesia di bawah jumlah yang sekarang, praktik dokter keluarga itu masih bisa dilakukan," ujarnya pada detikcom, Selasa (10/12/19).



dr Daeng mengatakan, sebenarnya Jaminan Kesehatan Nasional sudah memiliki pelayanan seperti ini. Di layanan primer, peserta bisa memilih dokter klinik atau dokter mandiri untuk memeriksa kesehatannya.

Menurut dr Daeng, masyarakat sebelumnya harus tahu prinsip sebenarnya dari dokter keluarga. Bukan dari jumlahnya, tapi kemampuan tenaga medis itu dalam memahami berbagai lingkup di bidang kesehatan.

"Tapi perlu diingat, meskipun jumlah dokter di Indonesia terlampau banyak, konsep dokter keluarga bukan seperti itu. Definisi dokter keluarga itu adalah satu dokter yang bisa mengampu banyak keluarga. Bukan dari segi orangnya, tapi sistem pelayanan yang diberikan dokter tersebut," katanya.



Simak Video "Seberapa Siapkah Sektor Medis Indonesia Hadapi New Normal?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)