Selasa, 24 Des 2019 13:22 WIB

Kaleidoskop Kesehatan 2019

Mei: Efek Gas Air Mata di Rusuh 22 Mei Hingga Arifin Ilham Meninggal Dunia

Widiya Wiyanti - detikHealth
Efek gas air mata saat demo.Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Bulan Mei 2019 memasuki bulan Ramadhan, tren siwak yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW ternyata lebih bermanfaat dibandingkan kandungan yang ada di pasta gigi, sehingga manfaat siwak untuk kesehatan rongga mulut cukup banyak.

Di bulan yang sama juga penuh dengan kejadian-kejadian yang sepertinya sulit untuk dilupakan. Pengumuman hasil Pemilu 2019 dilakukan pada 21 Mei, dampaknya terjadi kerusuhan massa di Jakarta pada 22 Mei. Soal kerusuhan ini pun dokter jiwa menyinggung kurang dewasanya para perusuh yang mudah terprovokasi. Belum lagi efek dari gas air mata yang digunakan pada kerusuhan tersebut menyebabkan orang-orang yang melintas merasa sangat pedih matanya.

Di hari yang sama, Ustaz Arifin Ilham berpulang. Sebelumnya ia sempat mengidap penyakit kanker kelenjar getah bening, infeksi paru, dan kanker nasofaring.

Selain itu, berikut rangkuman topik kesehatan yang populer di bulan Mei 2019.

1. Masih putus kontrak RS-BPJS

Drama putus kontrak antara rumah sakit dengan BPJS Kesehatan masih terus berlanjut di bulan Mei 2019 ini. Beberapa rumah sakit di sejumlah wilayah tidak bekerja sama lagi karena masalah akreditasi RS yang menjadi salah satu syarat wajib.

Dalam Surat Pemberitahuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ada 557 rumah sakit yang masa berlaku akreditasinya sudah atau akan habis hingga 31 Desember 2019. Menurut Ketua Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dr Sutoto, beberapa rumah sakit mungkin sudah ada yang memasukkan permohonan akreditasi atau sedang dalam masa penilaian.



2. 'Penyakit misterius' di Jeneponto

Puluhan warga di Desa Garonggong, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) jatuh sakit. Tiga orang lainnya meninggal karena penyakit yang belum teridentifikasi.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Anung Sugihantono mengatakan tim Kemenkes bersama dengan Kadinkes Prov Sulsel, Litbang Unhas dan Kadinkes Jeneponto telah memeriksa data dari hasil pemeriksaan laboratorium mengenai penyakit misterius yang terjadi di Jeneponto.

"Hasil pemeriksaan lab yang kita lakukan termasuk pada 3 orang yang meninggal, 1 didiagnosa dengue shock syndrome, 1 didiangosa demam tifoid dan 1 didiagnosa suspect leptospirosis," katanya kepada detikHealth belum lama ini.



3. Meghan Markle melahirkan

Meghan Markle melahirkan anak pertamanya pada tanggal 6 Mei. Dunia pun penasaran tentang bagaimana rupa dari royal baby yang disebut sebagai biracial baby pertama dalam sejarah keluarga kerajaan Inggris selama berabad-abad.

Dikutip dari people.com, biracial baby adalah bayi yang terlahir dari pasangan ras campuran. Seperti yang kita ketahui, Pangeran Harry memiliki ras berkulit putih sementara Meghan percampuran antara ras kulit putih dan hitam.

Selain itu, usia kehamilan Duchesss of Sussex saat melahirkan disebut overdue, yaitu melahirkan pada usia kehamilan melewati 42 pekan. Menurut National Health Service (NHS) England, kehamilan overdue memiliki risiko yang membahayakan bayi.



4. Hoax petugas KPPS Bandung tewas karena racun VX


Setelah di bulan April sejumlah daerah melaporkan banyaknya petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal, di bulan Mei ini muncul hoax soal petugas KPPS Bandung bernama bernama Sita Fitriati meninggal akibat diracuni.

Racun VX disebut penyebabnya. Dikutip dari Inverse, VX adalah singkatan dari venomous agent X merupakan nerve agent alias racun yang bekerja cepat merusak sistem saraf. Cairan mirip oli motor bening (dalam suhu ruangan) ini dapat menyebabkan kelumpuhan dan berujung kematian karena kesulitan bernapas.



5. Cacar monyet di Singapura

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mengidentifikasi kasus cacar monyet pertama di negara tersebut pada Selasa (8/5/2019). Dikutip dari Channel News Asia, pasien asal Nigeria tersebut kini dalam masa karantina di National Centre for Infectious Diseases (NCID)MOH (Ministry of Health).

Dikutip dari situs kesehatan WHO, cacar monyet bersifat endemik di Afrika Barat dan Tengah. Kasus biasanya ditemukan di desa dekat hutan hujan tropis yang memungkinkan kontak dengan hewan. Selain monyet, virus juga bisa dibawa tupai dan berbagai hewan dari keluarga tikus. Virus menular melalui kontak dari hewan ke manusia, sedangkan infeksi dari manusia ke manusia saat ini belum ditemukan kasusnya.



6. Sunah Nabi siwak di bulan puasa

Daripada menggosok gigi dengan pasta gigi, siwak lebih disunahkan oleh Nabi Muhammad SAW. Kandungan siwak nyatanya melebihi kandungan yang ada di pasta gigi, sehingga manfaat siwak untuk kesehatan rongga mulut cukup banyak.

Jarang orang memilih siwak untuk membersihkan gigi dan mulutnya, mungkin salah satu alasannya karena tidak mengerti bagaimana menggunakannya. Ustaz yang juga seorang dokter, dr Zaidul Akbar, mengatakan bahwa menggunakan siwak tidak ada standar tata caranya.

"Siwak bisa digigit supaya muncul serabutnya," ujarnya kepada detikcom, Senin (13/5/2019).



7. Cebong-Kampret damai bermanfaat untuk kesehatan jiwa


Pada 21 Mei, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan hasil Pemilu 2019. Praktisi kesehatan jiwa dari Universitas Krida Wacana, dr Andri, SpKJ, FACLP mengatakan jika Cebong dan Kampret berdamai sangat bermanfaat untuk kesehatan jiwa. Terlebih lagi jika dilakukan dengan perasaan tulus dan ikhlas.

"Pikiran kita akan menjadi lebih tenang, lebih sehat, dan mampu menghadapi tantangan hidup ke depannya," ujarnya kepada detikcom, Selasa (21/5/2019).



8. Kesehatan jiwa hingga efek gas air mata di rusuh 22 Mei


Usai pengumuman hasil Pemilu 2019, terjadi kerusuhan massa di Jakarta. Sikap dewasa dianggap mampu mengendalikan emosi dan tak mudah terpancing provokasi. Menurut Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Marzoeki Mahdi, dr Lahargo Kembaren, SpKJ, sikap dewasa bisa dilihat dari cara menanggapi kondisi terkini. Sikap dewasa cenderung tidak emosi dengan mengutamakan rasionalitas dan dampak atas suatu tindakan.

Saat kerusuhan yang terus berlanjut, gas air mata menjadi sorotan para netizen. Gas air mata atau agen lachrymatory mengandung berbagai jenis senyawa seperti CS (chlorobenzylidenemalononitrile), CR, CN (chloroacetophenone), bromoacetone, phenacyl bromide, atau semprotan merica.



9. Ustaz Arifin Ilham meninggal dunia


Kabar duka datang dari keluarga Ustaz Arifin Ilham. Pengasuh Pondok Pesantren Az-Zikra tersebut meninggal dunia. Selama hidupnya, ia mengidap beberapa penyakit, seperti kanker kelenjar getah bening, infeksi paru, dan kanker nasofaring.

Untuk kanker kelenjar getah bening yang diidapnya sejak Desember 2018, Arifin Ilham telah menjalani kemoterapi dan dinyatakan telah sembuh. Namun pada awal Januari 2019, ia kembali masuk ke rumah sakit.



Simak Video "Lakukan Protokol Kesehatan, Hanya Pakai Masker Saja Tak Cukup!"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/kna)