Rabu, 08 Jan 2020 15:35 WIB

Larangan Merokok Khusus Wanita di Pamulang, Dokter Paru: Ya Aneh Aja!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Larangan merokok khusus mahasiswi di Universitas Pamulang menuai kontroversi (Foto: Nurul Khotimah/detikHealth)
Jakarta - Belakangan ini, viral soal larangan merokok yang ditujukan pada mahasiswi atau wanita saja. Larangan soal merokok ini bisa ditemui di Universitas Pamulang, Tangerang Selatan. Warganet mulai ramai mendebatkan mengapa aturan tersebut dibuat hanya untuk mahasiswi atau wanita saja.

Menanggapi hal ini, dr Rezki Tantular, SpP, Ketua Bidang Humas Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) membenarkan bahwa wanita perokok memang memiliki risiko lebih besar.

"Dari penelitian yang pernah dilakukan, memang wanita perokok memiliki risiko morbiditas (angka kesakitan) dan mortalitas (angka kematian) 25% lebih tinggi dibandingkan pria perokok. Diduga hal tersebut karena ada keterkaitan pengaruh dengan hormon seks, mood, dan penambahan berat badan yang berbeda antara wanita dan pria," jelasnya saat dihubungi detikcom, Rabu (8/1/2020).

Larangan merokok khusus mahasiswi ini bisa ditemui di kantin Universitas Pamulang.Larangan merokok khusus mahasiswi ini bisa ditemui di kantin Universitas Pamulang. Foto: Nurul Khotimah/detikHealth


Namun, dr Rezki menegaskan, hal ini tentu tidak relevan dengan larangan merokok yang hanya ditujukan pada wanita saja. Mengapa begitu?

"Karena faktor risiko yang dimaksud memang bukan penyebab pasti sakit maupun pasti mati akibat merokok, namun tetap merokok sampai saat ini dianggap sebagai faktor utama beberapa penyebab sakit, salah satunya kanker paru," tambahnya.

Menurutnya, hal itu tidak menghilangkan risiko yang ada pada pria merokok walau pun pasien wanita 25 persen lebih tinggi.

"Pria tetap punya risiko," tegasnya.

Sehubungan dengan hal ini, dr Fathiyah Isbaniah SpP(K) dari RS Persahabatan, Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, pun membagikan tanggapan soal larangan merokok yang hanya ditujukan pada wanita.

"Ya aneh aja, kenapa dibuat beda, orang dua-duanya punya risiko, sama aja," tegasnya



Simak Video "Keresahan Dokter Perihal Thermo Gun yang Ditembak di Tangan "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)