Kamis, 06 Feb 2020 09:02 WIB

Harga Masker N95 Gila-gilaan, YLKI Minta Kemenkes dan BPOM Turun Tangan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pedagang merapikan masker di Pasar Pramuka, Jakarta, Selasa (4/2/2020). Menurut keterangan pedagang, harga masker di pasar Pramuka mengalami kenaikan yang semula dihargai Rp195.000 hingga ribu Rp250.000 per box naik menjadi Rp1.700.000 tergantung merek, karena mewabahnya virus corona di sejumlah negara. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp. Penjualan masker meningkat di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Jakarta -

Stok masker di beberapa apotek dan toko menipis. Bahkan kini tak jarang ditemukan masker yang dijual dengan harga tinggi mencapai jutaan. Bagaimana jika stok masker benar-benar habis?

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menjelaskan ketersediaan masker menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, stok masker di setiap apotek perlu dikontrol.

"Kementerian Kesehatan dan BPOM harus turun tangan lebih serius, ini kan mungkin produk yang dianggap nggak lah, cuma masker saja kok," jelasnya saat dihubungi detikcom, Kamis (6/2/2020)

Harga Masker N95 Gila-gilaan, YLKI Minta Kemenkes dan BPOM Turun TanganFoto: infografis detikHealth

Ia mengatakan hal utama yang perlu diawasi adalah memastikan stok masker masih tersedia dijual dengan harga normal. Demi menghindari stok masker yang dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Yang penting pemerintah harus mengontrol bahwa pasokan di dalam negeri ada, dengan harga yang wajar," tambahnya.

Menurut Tulus, perlu juga untuk membatasi stok masker yang diberikan untuk apotek-apotek. Agar tak ada orang yang sengaja membeli banyak masker untuk kemudian diperjualbelikan kembali.

"Dan juga kemarin saya lihat di viral itu ada orang yang memborong sampai 7000 dus, nah itu juga perlu diatur saya kira ya, industri farmasi atau apotek-apotek harus ada menjual maksimal berapa,"



Simak Video "Visualisasi Ini Tunjukkan Jenis Masker Paling Ampuh Menahan Droplet"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)