Kamis, 06 Feb 2020 16:03 WIB

Di Tengah 'Kelangkaan' Stok, Kemenkes Kirimkan 100 Ribu Masker ke Natuna

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pedagang merapikan masker di Pasar Pramuka, Jakarta, Selasa (4/2/2020). Menurut keterangan pedagang, harga masker di pasar Pramuka mengalami kenaikan yang semula dihargai Rp195.000 hingga ribu Rp250.000 per box naik menjadi Rp1.700.000 tergantung merek, karena mewabahnya virus corona di sejumlah negara. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp. Masker jadi barang langka di tengah wabah virus corona. (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Jakarta -

Semenjak kabar virus corona dikabarkan menular antarmanusia, tak hanya di Jakarta, beberapa daerah pun melaporkan kehabisan stok masker. Salah satunya di daerah tempat karantina observasi kesehatan WNI dari Wuhan, China, yakni di Natuna.

Di sosial media beredar kabar bahwa masyarakat Natuna kesulitan mendapatkan masker dan meskipun tersedia, harganya dipatok cukup tinggi. Berdasarkan informasi dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, dr Anung Sugihantono, saat ini pemerintah telah menyiapkan stok masker untuk dibagikan ke masyarakat Natuna.

"Saat ini oleh tim farmasi, masih tersedia masker dan 100 ribu masker dipastikan disiapkan untuk dikirimkan ke Natuna. 30 ribu sudah dikirimkan dan hari ini akan didistribusikan sisanya," katanya melalui sambungan telepon kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Diterangkan bahwa masker yang berjumlah 70 ribu akan didistribusikan segera dan akan dibagikan 5000 lembar per hari. Tak hanya masker, pasokan obat-obatan juga dibantu dari kementerian lain.

"Menteri Pertahanan juga memberikan dukungan dengan obat-obatan," sebut Anung.

Selain memberikan masker, Kementerian Kesehatan juga membangun Posko Kesehatan di luar tempat karantina apabila masyarakat membutuhkan sosialisasi atau informasi mengenai hal-hal terkait virus corona 2019-nCoV.



Simak Video "Kapan Waktu yang Baik untuk Gunakan Masker?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)