Rabu, 19 Feb 2020 16:45 WIB

GERD: Penyebab hingga Cara Mengatasinya

Lusiana Mustinda - detikHealth
Gastroesophageal reflux disease GERD on a clinic desk. GERD. Foto: iStock
Jakarta -

Baru-baru ini beredar pesan yang menyebutkan bahwa penyebab meninggalnya Asharaf Sinclair bisa jadi bukan serangan jantung, melainkan GERD. Dalam pesan tersebut dituliskan bahwa, GERD bisa menyebabkan kematian mendadak. Benarkah?

Apa itu penderita GERD?

GERD adalah penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease yang dapat memunculkan rasa terbakar di dada akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Penyakit ini bisa dialami anak-anak hingga orang dewasa.

Dalam keadaan normal katup atau sfingter yang ada di kerongkongan bagian bawah tertutup saat makanan atau minuman masuk ke lambung. Akan tetapi dalam kasus penderita GERD, penyebabnya adalah katup ini tidak berfungsi dengan baik sehingga mengakibatkan isi makanan dan asam lambung naik ke kerongkongan.

GERD.GERD. Foto: thinkstock

Jika kondisi ini sering terjadi, kerongkongan pun akan mengalami iritasi hingga peradangan. Gejala yang umum terjadi pada penderita GERD adalah rasa asam atau pahit di mulut disertai dengan sensasi terbakar di dada.

Selain itu, gejala gerd kronis yang sering dialami adalah kesulitan menelan, gangguan pernapasan, suara serak, mual dan muntah, bau mulut dan sakit tenggorokan.

Meski GERD sering disalah artikan sebagai serangan jantung, tapi GERD dan sakit jantung berbeda. Asam lambung tidak menyebabkan penyakit jantung meskipun dua-duanya sama-sama menimbulkan sensasi perih di dada.

Nyeri dada yang terjadi saat serangan jantung dirasakan lebih berat yang menjalar ke lengan, leher atau rahang dan biasanya muncul setelah melakukan aktivitas fisik. Sedangkan GERD nyeri pada dada yang ringan dan rasanya semakin berat saat berbaring.

Pantangan agar GERD tidak terjadi, salah satunya bisa dengan beberapa cara ini:

1. Jangan konsumsi daging secara berlebihan dalam waktu singkat. Pastikan untuk selalu makan sayur dan buah.

2. Hindari tidur setelah makan. Sebaiknya berikan jarak 2 jam antara makan dan tidur. Ini akan mencegah kenaikan asam lambung yang berbalik ke arah kerongkongan.

3. Hindari makanan yang terlalu asam dan pedas.

4. Hindari kopi, alkohol dan minuman bersoda.

5. Kontrol berat dan dan kelola stres.

GERD.GERD. Foto: iStock

Cara mengobati GERD dengan obat-obatan sebagai berikut:

1. Obat-obatan antisekresi asam lambung ada dua jenis. Penghambat reseptor seperti ranitidin, famotidin, nizatidin dan simetidin dan obat antiasam yang kuat ada omeprazol, lansoprazol, rabeprazol, esomeprazol atau pantoprazol.

2. Obat penetral asam atau antasida. Antasida dapat membantu mengurangi gejala GERD. Dan obat-obatan ini banyak dijumpai di apotek.



Simak Video "Mengenal Gejala GERD yang Dikaitkan dengan Serangan Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)