Kamis, 19 Mar 2020 18:24 WIB

Kata Mereka yang Suhu Tubuhnya 'Ajaib' Saat Pakai Termometer Tembak

Ayunda Septiani - detikHealth
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images) Pengukuran suhu tubuh dengan termometer tembak (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Belum lama ini seorang dokter bercerita tentang termometer tembak yang hasil pengukurannya tidak masuk akal. Di sebuah kantor, ia diukur suhu tubuhnya dan didapatkan angka yang mustahil terukur pada manusia yang masih bernapas, yakni 31 derajat celcius.

Pengalaman tersebut dibagikan oleh dr Shela Putri Sundawa di akun Twitter milik pribadinya yaitu @oxfara. Ini terjadi saat suhu tubuhnya diukur dengan termometer tembak di sebuah kantor di Jakarta.

Kisah serupa rupanya banyak dialami pembaca. Seperti diceritakan oleh pemilik akun Ayu di kolom komentar. Dikisahkan, ia merasa bingung dengan ada dua kasus yang ekstrem. Pertama, semua yang diukur suhunya di bawah 35 derajat celcius tapi sehat sehat saja. Nah loh, ini manusia bukan?

Kedua, pada tempat yang berbeda, ada yang suhunya 37,9 derajat celcius, padahal tidak demam, eh tapi diukur lagi jadi 37 derajat celcius.

"Lah pigimane? Ini jangan-jangan alat palsu bertebaran atau gimana sih?" ungkapnya pada kolom komentar.

Selain Ayu, pembaca lain yaitu Ahmat Surahmat juga membagikan ceritanya. Ia mengatakan itu kesalahan pak satpam saja, yang nggak ngerti gimana alatnya bekerja.

Harusnya mesti dikalibrasi dulu. Kemarin saat ia di periksa di Kalibata City, hasilnya ajaib yaitu 31, 32 dan 33 derajat celcius. Dalam hati ia mengunggapkan kasihan kepada bapak satpam yang bertugas, karena tidak mengerti menggunakan alat tersebut.

Lalu, pemilik akun Halimd pun juga berkomentar. Menurutnya tidak salah-salah juga, karena itu alat memang untuk ukur permukaan, bukan tubuh atau under skin. Lumayan membantu saat testing alat-alat kelistrikan atau mekanik.

Ia menambahkan, mungkin yang dipakai jangan angka yang tertera, tapi perbedaan dari yang normal plus harus di ruangan suhu yang normal. Karena kulit akan menyesuaikan dengan suhu sekitar, kalau tidak beda-beda jauh, suhu tubuh yang akan dominan muncul di yaitu suhu pada permukaan.

Punya pengalaman serupa? Bagikan di komentar ya.



Simak Video "Viral Dokter Ragukan Termometer Tembak, Banyak yang Alami Serupa"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)