Senin, 27 Apr 2020 18:30 WIB

Sumbang Plasma Darah Seperti Pasien 03, Adakah Efek Sampingnya?

Ayunda Septiani - detikHealth
Terapi plasma darah ramai diperbincangkan masyarakat. Donor plasma darah dari pasien sembuh COVID-19 disebut dapat bantu penyembuhan pasien Corona lainnya. Plasma darah jadi harapan baru penyembuhan Corona. (Foto: Getty Images/Alexander Hassenstein)
Jakarta -

Baru-baru ini Ratri Anindya, pasien sembuh Corona nomor 03 mendonorkan plasma darahnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto. Lewat akun Instagram pribadi miliknya, Ratri Anindya bercerita tentang dirinya yang sudah berhasil mendonorkan plasma darahnya.

Sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association menemukan bahwa transfusi plasma darah pasien yang telah sembuh terbukti dapat membantu dalam penyembuhan pasien sakit kritis dengan COVID-19.

Meski demikian, menyumbangkan plasma darah bisa menyebabkan efek samping umum, tetapi biasanya efek yang terjadi tidak terlalu besar, seperti dehidrasi dan kelelahan.

Dikutip dari Health Line, berikut beberapa efek samping yang ditimbulkan setelah mendonorkan plasma darah.

1. Dehidrasi

Plasma mengandung banyak air. Karena itu, beberapa orang bisa mengalami dehidrasi setelah mendonorkan plasmanya. Biasanya dehidrasi yang ditimbulkan tidak terlalu serius.

2. Pusing dan pingsan

Plasma kaya akan nutrisi dan garam. Hal ini penting untuk menjaga tubuh dan berfungsi dengan baik. Kehilangan beberapa zat ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Ini dapat menyebabkan seseorang bisa pingsan dan pusing.

3. Kelelahan

Kelelahan dapat terjadi jika tubuh memiliki kadar nutrisi dan garam yang rendah. Kelelahan setelah donasi plasma adalah efek samping yang umum terjadi, tetapi efek yang ditimbulkan biasanya ringan.

4. Memar dan tidak nyaman

Memar dan rasa tidak nyaman adalah salah satu efek samping donasi plasma yang lebih ringan dan lebih umum.

Memar terbentuk ketika darah mengalir ke jaringan lunak. Ini bisa terjadi ketika jarum menusuk vena dan sedikit darah bocor. Bagi kebanyakan orang, memar akan hilang dalam beberapa hari atau minggu. Tetapi jika Anda memiliki kelainan pendarahan, mungkin perlu waktu lebih lama.

5. Infeksi

Setiap kali jarum digunakan untuk menembus kulit, selalu ada risiko kecil infeksi. Jaringan kulit yang tertusuk memungkinkan bakteri dari luar tubuh untuk masuk.

Jarum dapat membawa bakteri tidak hanya di bawah permukaan kulit, tetapi ke dalam pembuluh darah. Ini dapat menyebabkan infeksi di tempat suntikan dan jaringan tubuh di sekitarnya atau di dalam darah.



Simak Video "Kriteria Pendonor Plasma Konvalesen untuk Terapi Pasien COVID-19 "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)