Senin, 20 Jul 2020 17:31 WIB

Awalnya Meremehkan COVID-19, Orang-orang Ini Akhirnya Kena Batunya

Ayunda Septiani - detikHealth
WHO resmi menamai virus Corona yang menewaskan 1.115 orang. Virus mematikan yang pertama kali diidentifikasi di China pada 31 Desember itu dinamai COVID-19. Virus Corona COVID-19 (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Musisi Anji menuai kontroversi setelah mengomentari foto jenazah pasien virus Corona COVID-19. Foto karya fotografer Joshua Irwandi yang diambil untuk National Geographic itu menampilkan jenazah berbalut plastik di sebuah ruang perawatan.

Dalam komentarnya, Anji menyiratkan keraguannya atas bahaya virus Corona COVID-19. Ia menyebut ada kejanggalan dalam foto jenazah tersebut, dan mengakhirinya dengan komentar bahwa COVID-19 tidak sebegitu menyeramkan.

Sebelumnya dalam beberapa kasus, orang-orang yang menyepelekan COVID-19 akhirnya malah kena batunya. Berikut 5 di antaranya.

1. Anggap Corona cuma hoax

Brian Hitches Seorang pria asal Florida, mengklaim bahwa virus Corona COVID-19 yang sedang melanda dunia saat ini adalah hoax. Ia mengatakan bahwa Tuhan lebih besar daripada virus Corona COVID-19.

"Saya bangun di pagi hari dan berdoa percaya pada Tuhan untuk perlindungan-Nya, dan saya akan membiarkannya (virus) begitu saja," ujar Brian.

Menurutnya, dengan menggunakan masker dan sarung tangan sudah cukup untuk melindungi diri dari virus Corona ini. Hanya saja, respon masyarakat dunia yang terlalu berlebihan menanggapi hal ini.

Pada akhirnya, Brian dan istrinya terinfeksi virus Corona dan mereka dirawat di Palm Beach Garden Medical Center. Kini, Brian berharap agar tidak ada lagi orang di dunia ini yang terinfeksi Corona.

2. Ikut 'pesta COVID-19'

Seorang dokter asal Texas menceritakan kisah tragis dari pasiennya yang tidak percaya soal keberadaan virus Corona. Pasien itu nekat menghadiri pesta COVID-19 yang dibuat oleh seseorang yang sudah terinfeksi COVID-19. Orang tersebut pun mengundang tamu lainnya untuk membuktikan apakah mereka akan tertular Corona atau tidak.

Dokter Jane Appleby yang menjabat sebagai kepala petugas medis untuk Methodist Hospital dan Methodist Children's Hospital di San Antonio, Texas, mengatakan bahwa pasiennya tersebut tidak percaya bahwa virus Corona benar-benar ada, sehingga dia mendatangi pesta Corona untuk membuktikan anggapannya itu. Namun, setelah ia menghadiri pesta tersebut, sang pasien mulai merasa sakit dan pergi ke rumah sakit. Dirinya dinyatakan positif terinfeksi virus Corona COVID-19. Hingga pada akhirnya, Ia pun meninggal dunia.

3. Menantang virus Corona

Carsyn Leigh Davis (17), seorang remaja yang meninggal akibat terinfeksi virus Corona COVID-19, usai menghadiri pesta gereja di First Youth Church. Laporan yang diberikan oleh pemeriksa medis, menunjukkan Davis terkena terinfeksi COVID-19 setelah menghadiri pesta 100 orang di First Youth Church, di mana semua peserta tidak diharuskan untuk jarak sosial, dan dia juga tidak memakai masker.

Carsyn juga diketahui mengidap berbagai penyakit komplikasi, yaitu obesitas dan kelainan imun. Saat menunjukkan gejala COVID-19, orang tuanya mengira ia terkena sakit malaria, sehingga ia diberi azithromycin dan hydroxychloroquine (obat malaria yang disebut-sebut oleh Presiden Donald Trump) sebagai pengobatan virus Corona, meskipun terdapat peringatan dari Food and Drug Administration bahwa obat itu bisa mempercepat kematian pasien yang terkena virus. Dikarenakan tidak kunjung sembuh, akhirnya ia pun dilarikan ke rumah sakit dan terdiagnosa positif COVID-19. Kondisinya pun semakin menurun dan tepat pada 23 Juni 2020, ia meninggal dunia.

Selanjutnya
Halaman
1 2