Selasa, 21 Jul 2020 05:18 WIB

Round Up

Raja Salman Sakit Radang Kantung Empedu, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Firdaus Anwar - detikHealth
Saudi Arabias King Salman bin Abdulaziz Al Saud presides over a cabinet meeting in Riyadh, Saudi Arabia, December 12, 2017. Saudi Press Agency/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVE. Raja Salman (Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS)
Jakarta -

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz, dirawat di rumah sakit (RS) karena radang kantung empedu (kolesistitis). Hal ini dilaporkan oleh kantor berita Arab Saudi (Saudi Press Agency/SPA).

"Mengingat pentingnya acara kunjungan ini agar sukses, pemimpin kita yang bijaksana berkoordinasi dengan saudara kita di Irak, memutuskan untuk menunda kunjungan," kata Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud di Twitter menjelaskan terkait kondisi dan rencana kegiatan sang raja.

Ini bukan pertama kalinya Raja Salman harus mengunjungi rumah sakit karena masalah kesehatan. Pada tahun 2010 lalu, ia juga pernah dilaporkan menjalani operasi tulang belakang di New York, Amerika Serikat.

Kala itu Salman bin Abdulaziz belum menjabat sebagai raja dan dikabarkan mengalami kondisi nyeri punggung akibat masalah saraf terjepit.

Dikutip dari Mayo Clinic, radang kantung empedu biasanya disebabkan oleh saluran empedu yang tersumbat akibat terbentuknya batu empedu. Hal lainnya, seperti tumor dan beberapa penyakit infeksi juga bisa menyebabkan radang kantung empedu.

SPA sendiri tidak memberikan detail lebih jauh kondisi kesehatan sang raja, termasuk penyebab penyakitnya.

"Bila dibiarkan, kolesistitis dapat berujung pada komplikasi serius membahayakan nyawa, seperti pecahnya kandung empedu," tulis Mayo Clinic.

Spesialis penyakit dalam dr Dirga Sakti Rambe, SpPD, dari Omni Hospitals Pulomas menjelaskan gejala umum dari sakit radang kantung empedu adalah nyeri di bagian atas perut sebelah kanan. Nyeri ini bisa bersifat hilang-timbul atau menetap.

"Bila radangnya memberat, maka akan terjadi gejala sistemik, seperti demam dan nyerinya bisa meluas di seluruh bagian perut." ujar dr Dirga pada detikcom, Senin (20/07/2020).

dr Dirga menyarankan agar menjaga pola makan yang sehat tanpa konsumsi lemak yang berlebihan. Tujuannya untuk mencegah masalah radang batu empedu karena batu empedu,

Bila seseorang mengalami obesitas disarankan juga agar segera mengatur berat badan dengan diet sehat dan olahraga. Hanya saja, dr Dirga mengingatkan agar tidak terlalu drastis sehingga berat badan bisa turun bertahap tidak terlalu cepat.

"Bahkan, diet dibawah 800 kalori dalam sehari bisa mempercepat terjadinya pembentukan batu empedu," pungkas dr Dirga.



Simak Video "Saat Anak-anak Disabilitas Semangat Berlatih Pencak Silat"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)