Selasa, 21 Jul 2020 17:30 WIB

4 Vaksin Corona Potensial Siap Uji Tahap Akhir, Apa Saja?

Ayunda Septiani - detikHealth
Pengujian Vaksin Corona Pada Manusia Mulai Tunjukkan Harapan Empat vaksin virus Corona yang disebut potensial, apa saja? (Foto: DW (News)
Jakarta -

Para peneliti di seluruh dunia saat ini tengah berlomba membuat vaksin virus Corona yang potensial. Hal ini dilakukan untuk menghentikan laju penyebaran COVID-19. Lebih dari 160 vaksin yang dikembangkan saat ini, 23 vaksin virus Corona COVID-19 di antaranya dalam tahap uji coba pada manusia.

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, berikut empat vaksin Corona yang potensial. Apa saja?

1. Vaksin LNP-encapsulated mRNA yang dikembangkan Moderna dan NIAID (Fase III)

Dikutip dari laman South China Morning Post, vaksin eksperimental Moderna Inc untuk virus Corona COVID-19, pada studi tahap awal terbukti aman dan mampu memicu respons kekebalan pada 45 relawan dengan kondisi tubuh yang baik.

Laporan yang disampaikan pada Selasa (14/7/2020) itu tidak menunjukkan adanya efek samping yang dirasakan oleh relawan yang menerima pengujian vaksin ini. Akan tetapi, lebih dari setengah relawan melaporkan adanya reaksi ringan atau sedang.

Tim peneliti melaporkan dalam jurnal New England Journal of Medicine, hal ini mungkin terjadi setelah dosis kedua dan pada orang yang mendapatkan dengan dosis tertinggi.

Moderna adalah yang pertama kali memulai pengujian vaksin virus Corona baru, SARS-CoV-2, pada manusia. Pengujian ini dilakukan pada 16 Maret lalu, sekitar 66 hari setelah urutan genom virus dirilis.

2. Vaksin ChAdOx1-S yang dikembangkan Universitas Oxford dan AstraZeneca (Fase III)

Vaksin virus Corona yang dikembangkan oleh University of Oxford, Inggris menunjukkan hasil yang memuaskan. Hasil vaksin tersebut aman dan menginduksi respons imun.

Dikutip dari CNN, vaksin buatan Oxford bisa picu antibodi dalam 28 hari dan respons sel T dalam 14 hari. Uji coba ini melibatkan 1.077 orang yang berusia 18 hingga 55 tahun yang tidak memiliki riwayat terinfeksi virus Corona dan berlangsung di lima rumah sakit di Inggris dari bulan April hingga Mei.

"Kami berharap sistem kekebalan tubuh akan mengingat virus, sehingga vaksin kami akan melindungi orang untuk waktu yang lama," kata Profesor University of Oxford Andrew Pollard.

3. Vaksin inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Sinovac (Fase III)

Vaksin yang siap diajukan kepada manusia yang digarap oleh salah satu perusahaan farmasi China, Sinovac. Vaksin ini akan uji klinis di Indonesia pada Agustus.

Uji klinis fase 3 direncanakan akan dimulai pada Agustus mendatang dan dijadwalkan berlangsung selama 6 bulan. Ditargetkan uji klinis fase 3 selesai Januari 2021.

Dalam uji klinis vaksin Sinovac, Bio Farma bekerja sama dengan Balitbangkes, BPOM RI, dan FK UNPAD. Jika uji klinis berhasil, Bio Farma berencana akan memproduksi vaksin pada kuarter 2021 mendatang.

"Kami sudah mempersiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma dengan kapasitas produksi maksimal di 250 juta dosis," ujar Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir.

4. Vaksin Ad5-nCoV yang dikembangkan CanSino Biological Inc dan Beijing Institute of Biotechnology (Fase II)

Perusahaan asal China, CanSino Biologics mengembangkan vaksin berdasarkan adenovirus yang disebut Ad5. Pada bulan Mei, perusahaan menerbitkan hasil yang menjanjikan dari uji coba keselamatan Fase I.

Kemudian data yang tidak dipublikasikan dari uji coba Fase II menunjukkan vaksin menghasilkan respon kekebalan yang kuat.

Meski baru melewati uji klinis tahap II, tapi pada 25 Juni lalu, pemerintah China telah mengizinkan vaksin ini digunakan untuk kalangan terbatas bagi militer China selama setahun.

Menurut penelitian, hampir setengah dari penerima vaksin Ad5-nCoV melaporkan efek samping demam, 44 persen kelelahan, dan 39 persen merasakan sakit kepala. Secara keseluruhan, 9 persen pasien melaporkan efek samping yang cukup parah sehingga berpotensi mengganggu aktivitas.




Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)