Rabu, 22 Jul 2020 05:28 WIB

Round Up

dr Reisa dan dr Yuri Tak Lagi Siarkan Update Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
reisa broto asmoro dr Reisa Broto Asmoro (Foto: BNPB)
Jakarta -

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19 resmi diganti. Achmad Yurianto tidak lagi menjabat sebagai jubir pemerintah.

Wiku Adisasmito yang sebelumnya merupakan ketua tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 kini beralih menggantikan Achmad Yurianto sebagai jubir pemerintah. Lalu bagaimana dengan siaran update Corona Indonesia?

"Nanti ada tambahan bahwa juru bicara pemerintah di sini adalah ditunjuk Prof Wiku dari BNPB dan Pak Budi Gunadi Sadikin dari khusus untuk Satgas Ekonomi," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam jumpa pers yang disiarkan oleh akun YouTube Menko Perekonomian RI, Selasa (21/7/2020)

Selain jubir baru, ada beberapa hal yang berubah terkait update Corona. Berikut rangkuman detikcom dari berbagai sumber.

1. Update Corona tidak disampaikan detail

Juru bicara dalam pemerintah untuk penanganan CIVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan adanya perubahan penyampaian kasus Corona. Warga kini diimbau untuk memantau status perkembangan virus Corona Indonesia dalam website.

"Selain itu terjadi perubahan pengumuman kasus COVID-19 harian yang sebelumnya disampaikan Dirjen P2P Kemenkes Ahmad Yurianto. Selanjutnya update kasus harian dapat langsung dilihat di portal www.covid19.go.id," sebut Wiku dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden.

2. Jubir Achmad Yurianto diganti Wiku Adisasmito

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona kini tidak lagi dijabat oleh Achmad Yurianto. Wiku Adisasmito.

"Sebagaimana telah disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan persnya, selaku Ketua Komite bahwa Presiden RI telah menunjuk saya sebagai jubir Satgas Penanganan Covid-19," jelas Wiku.

Sementara Achmad Yurianto kembali fokus pada jabatannya sebagai Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI. "Saya kembali ke tugas Dirjen P2P," kata Yuri saat dihubungi detikcom, Selasa (21/7/2020).

Meskipun dirinya sudah tidak menjabat sebagai jubir pemerintah, Yuri mengaku masih akan mengevaluasi kasus virus Corona di Indonesia.

"COVID-19 itu salah satu masalah di P2P, saya tetap mengevaluasi COVID-19," jelas Yuri.

3. Gugus tugas diganti satgas

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dibubarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang diteken pada 20 Juli 2020.

Gugus tugas kini digantikan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Dalam komite terdapat tiga unsur yaitu Komite Kebijakan, Satuan Tugas Penanganan COVID-19, dan Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.



Simak Video "Mari Lakukan Protokol Kesehatan untuk Membantu Sesama"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)