Jumat, 31 Jul 2020 15:00 WIB

Peneliti Harvard Ungkap Alasan Corona Bisa Sebabkan Gangguan Indra Penciuman

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Mutasi virus corona yang membingungkan para ilmuwan Pakar Harvard ungkap mengapa Corona bisa sebabkan gangguan pada indra penciuman. (Foto ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Tidak hanya batuk dan demam, gejala Corona yang umum dialami para pasien adalah gangguan indra penciuman. Baru-baru ini para peneliti Harvard mengamati penyebab Corona bisa mengganggu indra penciuman.

Gejala tersebut disebut para dokter sebagai anosmia dan ini biasa terjadi, seperti gejala lainnya selain demam dan batuk.

Melalui analisis mereka terhadap berbagai dataset (objek yang merepresikan data dan memori), para peneliti di Harvard ini menemukan bahwa virus Corona menyerang sel-sel yang mendukung neuron sensorik penciuman, yang berfungsi untuk mendeteksi dan mengirimkan indra penciuman ke otak.

"Temuan kami menunjukkan bahwa virus Corona mengubah indra penciuman pada pasien bukan dengan menginfeksi neuron secara langsung. Tetapi, dengan mempengaruhi fungsi sel pendukungnya," kata seorang profesor neurobiologi di Harvard Medical School, Sandeep Robert Datta, dikutip dari New York Post, Kamis (30/7/2020).

Hal itu menunjukkan bahwa virus tidak mungkin bisa menyebabkan kerusakan permanen pada sirkuit saraf penciuman. Ini berarti indra penciuman pasien Corona tersebut bisa kembali pulih setelah infeksi dari virus Corona sudah hilang.

"Saya pikir itu kabar baik, karena begitu infeksinya hilang, neuron penciuman akan kembali seperti awal," ujar Datta.

Namun, Datta mengatakan membutuhkan lebih banyak data dan pemahaman yang lebih baik lagi tentang mekanisme yang mendasari untuk mengkonfirmasi kesimpulan penelitian ini.



Simak Video "Covid-19 Bisa Sebabkan Myasthenia Gravis, Apa Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)