Kamis, 13 Agu 2020 06:15 WIB

Round Up

Bantahan Menkes Rusia Saat Dunia Ragukan Vaksin Corona Pertama Sputnik V

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
In this handout photo taken on Thursday, Aug. 6, 2020, and provided by Russian Direct Investment Fund, a new vaccine is on display at the Nikolai Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology in Moscow, Russia. Russia on Tuesday, Aug. 11 became the first country to approve a coronavirus vaccine for use in tens of thousands of its citizens despite international skepticism about injections that have not completed clinical trials and were studied in only dozens of people for less than two months. (Alexander Zemlianichenko Jr/ Russian Direct Investment Fund via AP) Vaksin Corona Sputnik V buatan Rusia (Foto: AP/Alexander Zemlianichenko Jr)
Topik Hangat Vaksin Corona Rusia
Jakarta -

Rusia menyetujui vaksin Corona pertama. Vaksin ini menuai kritik karena tahapan uji yang dilaluinya dinilai tidak lengkap.

Menjawab berbagai kritik, Rusia mengklaim vaksin yang dinamakan 'Sputnik V' disebut bekerja cukup efektif dan diklaim berhasil membentuk kekebalan yang stabil.

"Pagi ini, untuk pertama kalinya di dunia, vaksin untuk melawan COVID-19 telah didaftarkan," ujar Presiden Rusia, Vladimir Putin sebagaimana dilaporkan AFP.

Hanya saja banyak ilmuwan yang skeptis terkait keputusan Rusia yang mendaftarkan vaksin karena belum masuk ke uji klinis tahap ketiga. Mereka menganggap pemberian vaksin secara massal bisa menimbulkan risiko yang cukup buruk ke depannya.

Meskipun diragukan banyak pakar, Menteri Kesehatan (Menkes) Rusia Mikhail Murashko mengatakan pada hari Rabu (12/8), tuduhan bahwa vaksin COVID-19 Rusia tidak aman adalah tidak berdasar dan didorong oleh persaingan. Demikian dilaporkan kantor berita Rusia, Interfax dikutip dari Reuters, Rabu (12/8/2020).

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta Rusia memperhatikan tinjauan keamanan yang ketat pada vaksinnya. Pasalnya, Rusia baru melaporkan perkembangan fase I uji coba.

"Prakualifikasi vaksin apapun, mencakup tinjauan dan penilaian data keamanan dan kemanjuran diperlukan," kata Juru Bicara WHO Tarik Jasarevic dikutip dari Reuters.

"Kami sudah menghubungi otoritas kesehatan Rusia dan diskusi sedang berlangsung." lanjut Jasarevic.

Sementara itu, pejabat resmi Rusia menyebutkan, produksi vaksin dalam skala besar akan dimulai September mendatang. Sementara vaksinasi massal akan dilakukan mulai Oktober.



Simak Video "Sputnik V Jadi Nama Vaksin Corona Rusia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)
Topik Hangat Vaksin Corona Rusia