Sabtu, 05 Sep 2020 14:55 WIB

Uji Coba Vaksin Sputnik-V Dipublikasikan, Sukses Tunjukkan Respons Antibodi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
In this handout photo taken on Thursday, Aug. 6, 2020, and provided by Russian Direct Investment Fund, a new vaccine is on display at the Nikolai Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology in Moscow, Russia. Russia on Tuesday, Aug. 11 became the first country to approve a coronavirus vaccine for use in tens of thousands of its citizens despite international skepticism about injections that have not completed clinical trials and were studied in only dozens of people for less than two months. (Alexander Zemlianichenko Jr/ Russian Direct Investment Fund via AP) Vaksin Rusia Sputnik-V. (Foto: AP/Alexander Zemlianichenko Jr)
Topik Hangat Vaksin Corona Rusia
Jakarta -

Vaksin buatan Rusia yaitu 'Sputnik-V' terbukti menghasilkan respons antibodi pada semua partisipan yang terlibat dalam uji coba tahap awal. Hasil ini dipublikasikan di jurnal medis The Lancet, Jumat (4/9/2020).

Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan pada Juni-Juni 2020 dan melibatkan 76 partisipan, vaksin tersebut 100 persen mengembangkan antibodi terhadap virus Corona baru. Bahkan vaksin tersebut tidak menunjukkan adanya efek samping yang serius pada partisipan.

Rusia pun melisensikan dua kali suntikan vaksin untuk penggunaan domestik pada bulan Agustus lalu, dan menjadi negara pertama yang melakukannya.

"Dari uji coba yang dilakukan selama 42 hari, tidak ditemukannya efek samping yang serius pada partisipan, dan memastikan bahwa mereka juga mendapatkan respons antibodi dari vaksin tersebut," tulis The Lancet.

"Masih perlu uji coba jangka panjang yang besar, termasuk perbandingan plaseo serta pemantauan lebih lanjut terkait keamanan jangka panjang dan efektivitas vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19," lanjutnya.

Kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) yang mendukung keuangan vaksin, Kirill Dmitriev mengatakan bahwa semua publikasi hasil penelitian ini telah menjawab semua pertanyaan terkait vaksin buatan negaranya.

"Laporan ini adalah sangat bagus," kata Brendan Wren, Profesor Patogenesis Mikroba, di London's School of Hygiene and Tropical Medicine.



Simak Video "Sputnik V Jadi Nama Vaksin Corona Rusia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)
Topik Hangat Vaksin Corona Rusia