Jumat, 21 Agu 2020 13:06 WIB

Vaksin Corona Rusia Akhirnya Jalani Uji Klinis pada 40 Ribu Relawan

Firdaus Anwar - detikHealth
In this handout photo taken on Thursday, Aug. 6, 2020, and provided by Russian Direct Investment Fund, a new vaccine is on display at the Nikolai Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology in Moscow, Russia. Russia on Tuesday, Aug. 11 became the first country to approve a coronavirus vaccine for use in tens of thousands of its citizens despite international skepticism about injections that have not completed clinical trials and were studied in only dozens of people for less than two months. (Alexander Zemlianichenko Jr/ Russian Direct Investment Fund via AP) Vaksin Corona Sputnik V. (Foto: AP/Alexander Zemlianichenko Jr)
Jakarta -

Rusia membuat heboh karena mengklaim berhasil ciptakan vaksin Corona pertama di dunia yang siap pakai. Banyak pihak menunjukkan sikap skeptis karena perkembangan vaksin sebelumnya tidak pernah dilaporkan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) langsung berdiskusi dengan otoritas di Rusia. Sebelum bisa digunakan secara luas, vaksin bernama "Sputnik V" ini harus lulus berbagai tingkat uji klinis sama seperti kandidat vaksin lainnya demi faktor keamanan.

Russian Direct Investment Fund, lembaga yang membiayai pengembangan vaksin, merespons dengan mengumumkan Sputnik V akan diuji lagi pada sekitar 40 ribu relawan mulai minggu depan. Kepala Russian Direct Investment Fund, Kirill Dmitriyev, menyebut pengujian setara dengan uji klinis tingkat III.

Dalam diskusi online, Kirill mengatakan bahwa pengujian akan dilakukan pada tenaga medis, tentara, dan individu di kelompok berisiko secara suka rela.

"Kami melihat ada perubahan pandangan yang signifikan dari WHO. Awalnya memang mereka tidak punya informasi yang cukup tentang vaksin Rusia, tapi sekarang laporan resmi sudah dikirim dan mereka bisa mengevaluasinya," kata Kirill seperti dikutip dari France24, Jumat (21/8/2020).

Kirill menambahkan sebetulnya regulator bisa saja mengizinkan penggunaan vaksin tanpa persetujuan WHO.



Simak Video "BPOM Akan Cabut Izin Darurat Vaksin COVID-19 Jika Terlalu Berisiko"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)