Minggu, 23 Agu 2020 17:28 WIB

Terpopuler Sepekan: Frekuensi Normal Bercinta Agar Tak Dibilang Hiperseks

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Fashion portrait of young elegant woman in bed Foto: iStock
Jakarta -

Frekuensi bercinta tiap pasangan berbeda-beda, tidak ada patokan angka normalnya. Jika ada yang dikatakan hiperseks, frekuensi bukan satu-satunya ukuran.

Dalam sebuah kasus di Tulungagung, seorang istri diceraikan oleh suami gara-gara minta jatah bercinta hingga sembilan kali dalam sehari. Disebut-sebut, sang istri mengalami masalah hiperseksual.

Seksolog dari RS Soloam Kebon Jeruk dr Heru H Oentoeng, SpAnd, M.Repro mengatakan ada indikasi hiperseksual pada pasangan tersebut. Bukan lantaran terlalu sering, tetapi karena dampak yang ditimbulkannya.

"Masuk dalam hiperseksual karena permintaannya yang menggebu-gebu dan juga karena ada konflik sampai menimbulkan pertengkaran," kata dr Heru.

Sedangkan untuk ukuran normal frekuensi bercinta, hal itu sangat variatif. Tidak ada patokan harus berapa kali untuk dikatakan normal, karena tiap pasangan punya kemampuan dan minat yang berbeda-beda.

"Dalam kondisi tertentu, kaya lagi bulan madu, satu hari tujuh kali itu enggak apa-apa. Nggak masalah dan bukan kategori hiperseksual saat itu. Nah, hiperseksual kalau tujuh kali mintanya terus-terusan kalau nggak dipenuhi terus ngamuk-ngamuk," jelas dr Heru.



Simak Video "Dukungan yang Bisa Dilakukan agar Pasien Corona Tak Takut Stigma"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)