Senin, 24 Agu 2020 17:42 WIB

Kim Jong Un Diklaim Sedang Koma, Kondisi Apa Sih Itu?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berikan tanggung jawab lebih besar kepada adiknya: Akankah Kim Yo-jong warisi takhta? Presiden Korea Utara Kim Jong Un dikabarkan koma. (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang lama tak menampakkan dirinya kini dikabarkan dalam kondisi koma. Hal ini diungkap oleh seorang diplomat asal Korea Selatan, Chang Song Min.

"Saya menilai dia dalam kondisi koma, tapi hidupnya belum berakhir," jelas Song Min yang dikutip dari The Sun.

Apa sih kondisi koma itu?

Koma merupakan kondisi tidak sadar yang berkepanjangan. Selama koma, seseorang tidak responsif terhadap lingkungan di sekitarnya.

Meski masih hidup, kondisinya seperti tidur nyenyak yang tidak bisa dibangunkan dengan rangsangan apapun, termasuk rasa sakit.

Apa penyebabnya?

Kondisi koma ini bisa disebabkan oleh cedera pada otak, karena adanya peningkatan tekanan, pendarahan, kehilangan oksigen, atau adanya penumpukan racun. Cedera ini bisa bersifat sementara dan bisa disembuhkan, bahkan bisa juga jadi permanen.

Lebih dari 50 persen penyebab seseorang bisa koma adalah karena adanya trauma kepala atau gangguan pada sistem peredaran darah di otak. Selain itu, berikut beberapa masalah yang bisa membuat seseorang terbaring koma:

1. Trauma

Salah satu yang bisa menyebabkan pasien mengalami koma adalah trauma. Cedera pada kepala dapat menyebabkan otak membengkak. Saat otak membengkak akibat trauma, dapat menyebabkan otak menekan batang otak, yang dapat merusak RAS (Reticular Activating System), bagian otak yang bertanggung jawab untuk kondisi kesadaran seseorang.

2. Pembengkakan

Pembengkakan jaringan otak juga dapat terjadi tanpa tekanan pada bagian tersebut. Terkadang kekurangan oksigen, ketidakseimbangan elektrolit, atau hormon bisa menyebabkan pembengkakan.

3. Perdarahan

Perdarahan di lapisan otak dapat menyebabkan koma akibat pembengkakan dan kompresi pada bagian otak yang cedera. Kompresi ini menyebabkan kerusakan pada batang otak dan RAS (Reticular Activating System). Tekanan darah tinggi, aneurisma otak, dan tumor adalah penyebab pendarahan non-traumatik di otak bisa terjadi.

4. Stroke

Ketika tidak ada aliran darah menuju bagian utama batang otak, atau pasien mengalami kehilangan darah, dengan disertai pembengkakan, pasien dapat mengalami koma.

5. Gula darah

Pada pengidap diabetes, koma dapat terjadi ketika kadar gula darah sangat tinggi. Itu adalah kondisi yang dikenal sebagai hiperglikemia.

Sementara itu, hipoglikemia atau gula darah yang terlalu rendah, juga bisa menyebabkan koma. Jenis koma ini biasanya dapat disembuhkan setelah kadar gula darah bisa kembali normal.

6. Kekurangan oksigen

Oksigen sangat penting untuk fungsi otak. Henti jantung menyebabkan aliran darah dan oksigen ke otak terganggu secara tiba-tiba, yang disebut hipoksia atau anoksia. Setelah resusitasi jantung paru atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), orang yang selamat dari serangan jantung sering koma. Kekurangan oksigen juga bisa terjadi saat pasien tenggelam atau tersedak.

7. Infeksi

Infeksi pada sistem saraf pusat, seperti meningitis atau ensefalitis, juga dapat menyebabkan koma.

8. Kejang

Kejang tunggal jarang menyebabkan koma. Tetapi jika kejang terjadi secara terus menerus atau disebut Status epilepticus (SE) akan menyebabkan ketidaksadaran dan koma yang berkepanjangan.

Selain penyebabnya yang beragam, ternyata ada beberapa tipe koma yang berbeda sebagai berikut:

1. Toxic-metabolic encephalopathy

Kondisi ini membuat pasien mengalami disfungsi otak akut, disertai gejala kebingungan atau delirium. Penyebabnya bisa bervariasi. Bisa karena pasien mengalami penyakit sistemik, infeksi, kegagalan organ, dan kondisi lainnya.

2. Anoxic brain injury

Ini adalah kondisi otak yang disebabkan oleh kekurangan 'oksigen total' pada otak. Kekurangan oksigen selama beberapa menit menyebabkan kematian sel pada jaringan otak. Cedera otak anoksik dapat terjadi akibat serangan jantung atau henti jantung, cedera pada bagian kepala atau trauma, tenggelam, overdosis obat, bisa juga karena keracunan.

3. Locked-in syndrome

Ini adalah kondisi neurologis yang langka. Pasien yang mengalami kondisi ini lumpuh total kecuali otot mata, tetapi kondisi pasien tetap terjaga, waspada, serta pikirannya masih berjalan normal.

4. Brain death

Brain death terjadi saat pasien mengalami penghentian semua fungsi otak. Kematian otak dapat terjadi akibat cedera otak yang berlangsung lama atau meluas.

5. Medically induced coma

Jenis koma ini bersifat sementara, digunakan untuk melindungi otak dari pembengkakan setelah cedera pada pasien. Pasien menerima dosis anestesi yang terkontrol, yang menyebabkan kurangnya 'perasaan' atau 'kesadaran'. Ini hanya terjadi di unit perawatan intensif rumah sakit.



Simak Video "Naegleria fowleri, Si Amuba Pemakan Otak yang Mematikan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)
dMentor
×
Mindset dan Mental Pengusaha Sukses
Mindset dan Mental Pengusaha Sukses Selengkapnya