Kamis, 27 Agu 2020 04:30 WIB

Round Up

Corona di Pabrik LG Bekasi dan Pentingnya Skrining Menyeluruh

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Virus Corona COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyebut ada 238 karyawan pabrik LG di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang dinyatakan positif virus Corona COVID-19. Hal ini diketahui setelah salah seorang karyawan meninggal dunia dan diduga karena penyakit tersebut.

"Kemudian dilakukan test and trace oleh Gugus Tugas, hasilnya adalah 238 karyawan positif COVID," kata Agus.

Menyusul temuan tersebut, pabrik LG menutup operasi selama 14 hari untuk menekan penyebaran virus.

Apakah karyawan pabrik termasuk pekerjaan yang berisiko terpapar virus Corona?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), karyawan pabrik termasuk dalam kategori pekerjaan dengan risiko sedang terkena virus Corona, karena kemungkinan sulit menjaga jarak. Contohnya, pada saat berangkat kerja dengan transportasi umum atau berinteraksi dengan rekan di pabrik.

"Contoh pekerjaan dengan risiko sedang mencakup bidang ritel, jasa pengiriman, akomodasi, konstruksi, polisi dan keamanan, transportasi publik, serta sanitasi," tulis WHO di situs resminya.

Sementara itu, pekerjaan berisiko tinggi adalah mereka yang berinteraksi langsung dengan orang yang memiliki COVID-19. Misalnya, perawat dan dokter.

Banyak kasus Corona terdeteksi di pabrik LG Bekasi, pertanda baik?

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, MSc, menjelaskan bahwa banyaknya kasus Corona yang terdeteksi di pabrik LG, yakni 238 orang justru menjadi kabar baik. Ini bisa menandakan proses pelacakan kasus Corona di Indonesia sudah berjalan cukup lancar.

dr Miko berharap, seharusnya Indonesia bisa lebih meningkatkan lagi, jumlah tes Corona dalam setiap harinya, seperti Amerika Serikat dan India. Ia pun mencontohkan dengan tingkat positivity rate yang ada di DKI Jakarta, yakni 10 persen seharusnya bisa lebih banyak orang yang terdeteksi positif COVID-19 jika tesnya semakin diperbanyak.

"Percayalah dengan tingkat positivity rate DKI sekarang 10 persen, yang diperiksa kalau 4.000 saja 400, kalau 8.000 berapa? 800. Jadi di Indonesia juga begitu, sekarang pemeriksaan cuman 20.000-an kalau dinaikin 30.000-an dengan positivity rate yang sama akan ditemukan jumlah yang berbeda," jelasnya.



Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)