Selasa, 15 Sep 2020 16:17 WIB

Masker Buff dan Scuba Tak Disarankan, Ini Jenis Masker yang Aman

Lusiana Mustinda - detikHealth
Britains Kate, the Duchess of Cambridge, wears a face mask to protect against coronavirus, as she talks to parents Ali Wartty and Sahara Hamawandy about their triplets San, Shan and Laveen, during a visit to Baby Basics Sheffield, in Sheffield, England, Tuesday, Aug. 4, 2020. Baby Basics is a volunteer led project which supports families in need struggling to provide for their newborns. (Chris Jackson/PA via AP) Masker scuba dan buff tak disarankan di KRL. Pilih masker yang lebih aman. Foto: Chris Jackson/PA via AP
Topik Hangat Masker Scuba Dilarang?
Jakarta -

Masker buff dan scuba sering digunakan banyak masyarakat saat beraktivitas untuk mencegah penyebaran COVID-19. Akan tetapi masker berjenis ini ternyata tidak efektif untuk mencegah penularan virus corona melalui droplet.

Dalam studi yang dilakukan oleh Duke University menyebutkan bahwa dari 14 jenis masker yang diuji. Masker buff yang biasa digunakan oleh pengendara motor hasilnya jauh lebih buruk dibandingkan dengan masker biasa. Masker jenis buff dan scuba hanya memberikan sedikit sekali perlindungan.

PT KAI Commuter Indonesia (KCI) bahkan melakukan sosialisasi pada pengguna KRL untuk menghindari pemakaian masker buff dan masker scuba. Dalam akun media sosial, PT KCI menjelaskan masker scuba atau buff hanya sebesar 5 persen efektif dalam mencegah risiko terpaparnya debu, virus dan bakteri.

Seperti diketahui, menggunakan masker menjadi salah satu upaya pencegahan COVID-19 selain mencuci tangan dan menjaga jarak.


Lalu apa saja jenis masker yang aman untuk untuk mencegah penyebaran virus COVID-19?

1. Masker N95

A asian man remove the N95 mask from his faceA asian man remove the N95 mask from his face Foto: Getty Images/iStockphoto/rukawajung


Masker ini merupakan jenis reseptor. Masker N95 menawarkan perlindungan lebih dari masker jenis lainnya karena dapat menyaring partikel besar dan kecil. Sama seperti namanya, masker N95 dapat memblokir 95 persen partikel yang sangat kecil.

Beberapa masker N95 memiliki katup yang membuatnya lebih mudah untuk dihirup. Hanya saja harga masker jenis ini terbilang sangat tinggi di pasaran.

2. Masker bedah

masker bedah vs masker n95 virus coronamasker bedah vs masker n95 virus corona Foto: iStock

Jika masker scuba dilarang, masker bedah tentu bisa jadi pilihan tepat. Masker bedah disebut juga sebagai masker medis, masker ini digunakan sekali pakai untuk melindungi hidung dan mulut pemakainya dari kontak dengan tetesan, percikan dan semprotan yang mungkin mengandung kuman atau virus.

Masker bedah dapat menyaring partikel besar di udara. Masker bedah juga dapat melindungi orang lain dengan mengurangi paparan air liur dan sekresi pernapasan dari pemakai masker. Masker bedah ini dapat memberikan perlindungan saat masker N95 tidak tersedia.


3. Masker kain

Masker KainMasker Kain Foto: iStock

Masker kain dapat mengurangi penyebaran virus COVID-19. Masker kain dibuat dari bahan biasa seperti lembaran yang terbuat dari kapas yang ditenun rapat. Sebaiknya pilih masker kain 2-3 lapis untuk mengurangi penyebaran droplet yang mungkin terjadi.

Sehingga masker kain dapat menjadi pilihan yang baik ketimbang masker scuba dan buff. Dikutip dalam Science Alert, setelah diamati jumlah tetesan meningkat saat orang menggunakan buff. Hal ini kemungkinan bahan yang digunakan telah memecah sejumlah droplet menjadi partikel yang lebih kecil.

Ini membuat pengguna masker buff menjadi kontraproduktif karena tetesan yang lebih kecil mudah terbawa udara dan bisa saja membahayakan orang di sekitarnya.

Menghindari penggunaan masker scuba dan buff dilakukan karena di dalam KRL udara lebih dingin sehingga droplet bisa menjadi airborne dan bertahan di udara dalam waktu lama sehingga penularan COVID-19 semakin tinggi.



Simak Video "Masker Buff dan Scuba Tak Disarankan Dipakai di KRL, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/pal)
Topik Hangat Masker Scuba Dilarang?