Senin, 28 Sep 2020 13:53 WIB

Alasan Psikologis Orang DKI Abaikan PSBB untuk Cari Hiburan di Bekasi

Ayunda Septiani - detikHealth
Kepala Dinas Perhubungan(Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengklaim terjadi penurunan volume kendaraan selama PSBB diperketat. Suasana DKI saat PSBB kembali diperketat (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta kembali diperketat beberapa waktu lalu. Hal ini bertujuan untuk menekan penularan virus Corona di Jakarta yang kian meningkat.

Dengan semakin ketatnya PSBB, sebagian warga ternyata lari cari hiburan di luar Jakarta seperti pergi ke Tangerang, Bekasi, dan Bandung. Hal ini disebabkan karena di Jakarta tidak boleh lagi ada kerumunan dan larangan makan di restoran.

Kenapa masih banyak orang menyepelekan bahaya Corona? Psikolog sekaligus konselor Nuzulia Rahma Tristinarum menjelaskan, karena sebagian orang tidak menganggap ini sebagai hal yang berbahaya.

"Kurangnya rasa peduli dan empati sehingga tidak peduli dengan orang lain tentang virus ini," papar Rahma saat dihubungi detikcom Senin (28/9/2020).

Namun, bukan cuma soal rasa peduli dan empati. Sebagian orang yang abai protokol disebut Rahma tidak mampu berpikir kritis, seperti halnya menganggap COVID-19 adalah teori konspirasi belaka.

Keyakinan akan teori konspirasi cenderung tidak berdasarkan bukti ilmiah, semata-mata hanya keyakinan diri sendiri saja. Selain itu Rahma menyebut bisa jadi hal ini disebabkan karena melihat angka kasus sembuh Corona tinggi.

"Jadi kalau yang banyak masuk informasi tentang konspirasi, percaya saja. Kalau yang banyak masuk informasi tentang virus COVID-19 nggak bahaya kok asal kita kuat imun, juga langsung percaya saja," ungkap Rahma.

"Kalau misal misal info yg masuk, data yang meninggal sedikit, banyakan yg sembuh trus langsung percaya aja," beber Rahma.

Akibatnya, mereka mencari hiburan di masa PSBB tanpa pikir panjang. Orang-orang ini disebut Rahma cenderung santai dalam menghadapi pandemi COVID-19.

"Tidak peduli bisa saja dirinya berbahaya, tidak peduli pada perasaan orang yang kehilangan keluarganya karena virus ini dan tidak peduli dengan para nakes dan pekerja kesehatan lain yang sudah berkorban banyak dalam segi waktu, psikis dan lainnya," beber Rahma.



Simak Video "Prosedur yang Perlu Dilakukan Kantor Jika Ada Karyawan Kena Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)