Rabu, 30 Sep 2020 13:09 WIB

Dear Milenial, Ini 9 Tips Menjaga Kesehatan Jantung di Usia Muda

Faidah Umu Safuroh - detikHealth
Ilustrasi makan manis Foto: shutterstock
Jakarta -

Generasi milenial berusia 20-40 tahun sedang berada dalam masa-masa produktif. Sayangnya, di usia ini, kondisi kesehatan juga akan mulai menurun.

Apalagi jika Anda mengabaikan perawatan tubuh dan menjalani gaya hidup tidak sehat, maka risiko munculnya penyakit jantung pun akan meningkat seiring bertambahnya usia.

"Meskipun mungkin tidak ada konsekuensi langsung, mengabaikan perawatan tubuh Anda saat Anda masih muda dapat menyebabkan kesehatan jantung yang buruk seiring bertambahnya usia. Penting untuk mengembangkan kebiasaan gaya hidup sehat sekarang, agar Anda dapat menghindari komplikasi jantung di masa mendatang," kata ahli jantung di Bronson Advanced Cardiac Healthcare Dr. Nicholas Hoeve dikutip dari Bronson Healthcare.

Berikut 9 tips menjaga kesehatan jantung yang bisa Anda lakukan sejak muda.

1. Perhatikan Makanan yang Dikonsumsi

Pizza, burger, dan makanan olahan sering dikonsumsi generasi muda karena hemat waktu. Masalahnya makanan-makanan tersebut sangat tinggi sodium dan lemak. American Heart Association (AHA) merekomendasikan untuk menghindari makanan-makanan tersebut agar jantung lebih sehat.

Ganti makanan cepat saji tersebut dengan biji-bijian, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran. Makanan-makanan tersebut dikemas dengan nutrisi yang mendukung kesehatan jantung.

2. Berolahraga Secara Teratur

Dr. Hoeve mengatakan olahraga rutin dapat memudahkan jantung Anda untuk memompa darah. "Aktivitas fisik meningkatkan kadar oksigen dalam darah Anda dan membantu sirkulasi. Peluang Anda terkena penyakit jantung berkurang secara signifikan saat Anda menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas harian Anda," tambahnya.

3. Kurangi Minum Alkohol

Minum alkohol secara berlebihan bisa merusak fungsi jantung. AHA merekomendasikan untuk tidak melebihi dua gelas per hari untuk pria dan satu gelas per hari untuk wanita. Semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, semakin tinggi risiko Anda untuk meningkatkan tekanan darah dan stroke.

4. Berhenti Merokok

Merokok juga meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Studi yang dilakukan oleh University of Athens dan Harvard School of Public Health menyatakan setelah seseorang terpapar asap rokok beberapa menit akan terjadi perubahan fisiologis secara langsung yang menyebabkan saluran udara menyempit sehingga lebih sulit bagi tubuh untuk mengambil oksigen yang diperlukan tubuh.

Merokok juga memicu pertumbuhan plak di pembuluh arteri. Saat terbentuknya plak, hal itu dapat menyumbat arteri yang dapat menyebabkan pembekuan darah. Gumpalan yang cukup besar dapat menghalangi aliran darah melalui arteri. Ini menyebabkan serangan jantung atau stroke.

5. Tidur yang Cukup

Tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak bisa membebani jantung. Anda dapat mencegah penyakit jantung dengan tidur antara tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Ini mencegah penumpukan kalsium di arteri. Menurut National Public Radio, penumpukan kalsium merupakan tanda penyakit jantung akan datang.

6. Hindari Stres dan Cemas Berlebihan

Tekanan di tempat kerja atau pun kehidupan kerap dialami milenial yang berusia 20-30 tahunan. Tekanan tersebut bisa menyebabkan stres dan kecemasan. Jika dibiarkan, stres tidak hanya meningkatkan tekanan darah, tetapi juga merusak dinding arteri.

Atasi kecemasan dengan mempraktikkan teknik relaksasi. Ini mungkin termasuk pernapasan dalam, meditasi atau berpartisipasi dalam aktivitas yang Anda sukai.

7. Check Up Rutin

Meskipun sedang tidak sakit, penting untuk mengunjungi dokter secara teratur. Dengan pemeriksaan rutin, Anda bisa mengetahui kondisi tekanan darah, kadar kolesterol dan bisa mengontrolnya untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Penting untuk mengetahui kondisi kesehatan jantung Anda saat Anda masih muda agar dokter dapat memantau setiap perubahan seiring bertambahnya usia.

8. Cari Tahu Riwayat Kesehatan Keluarga

Selain gaya hidup tak sehat, penyakit jantung juga sangat mungkin untuk diturunkan. Jika keluarga Anda memiliki riwayat penyakit jantung entah itu orang tua ataupun kakek nenek, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mengetahui seberapa besar risiko penyakit jantung pada diri Anda.

9. Periksa Kadar Kolesterol

AHA merekomendasikan untuk memeriksakan kadar kolesterol mulai usia 20 tahun. Pemeriksaan ini harus dilakukan setiap empat hingga enam tahun jika Anda dalam keadaan sehat. Jika Anda berisiko tinggi terkena penyakit jantung, pemeriksaan kolesterol harus dilakukan lebih sering.

Sebab, kolesterol tinggi merupakan salah satu penyebab penyakit jantung. Kolesterol yang menumpuk di pembuluh darah akan menyumbat darah menuju atau dari jantung, mengganggu kinerja jantung, dan pada akhirnya bisa menyebabkan serangan jantung.

Turunkan kadar kolesterol tinggi bisa dilakukan dengan berolahraga rutin dan juga konsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur. Selain itu juga bisa rutin mengonsumsi Nestlé ACTICOR dua kali sehari setelah makan. Bagi yang suka minuman dingin, Nestlé ACTICOR juga bisa dikonsumsi dengan dikombinasikan bersama es batu atau diminum dalam kondisi dingin.

Nestlé ACTICOR merupakan minuman susu rendah lemak yang mengandung Beta Glucan dan Inulin. Kandungan Beta Glucan dan Inulin teruji klinis mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Nestlé ACTICOR juga terbuat dari bahan alami dan rasanya pun sangat enak. Ada 4 varian rasa, antara lain avocado, chocolate, green-tea latte, dan banana. Nestlé ACTICOR baik dikonsumsi oleh orang dewasa yang peduli akan kesehatan tubuh.

Nestlé ACTICOR, Cara Alami Turunkan Kolesterol.



Simak Video "Ngobrol Soal Kolesterol dan Jantung Koroner di Hari Jantung Dunia 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)