Sabtu, 17 Okt 2020 08:32 WIB

Kemungkinan Kaitan Golongan Darah dan Risiko Infeksi COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
transfusi darah Foto: thinkstock
Jakarta -

Individu dengan golongan darah O mungkin memiliki risiko infeksi terendah dan mereka dengan A dan AB mungkin mengalami peningkatan risiko hasil klinis yang parah akibat COVID-19. Apa kemungkinan penyebabnya?

Seiring pandemi berlanjut, komunitas penelitian biomedis global bekerja segera untuk mengidentifikasi faktor risiko COVID-19 dan target terapi potensial. Peran potensial golongan darah dalam memprediksi risiko dan komplikasi infeksi COVID-19 telah muncul sebagai pertanyaan ilmiah yang penting.

Studi baru ini menambah bukti bahwa mungkin ada hubungan antara golongan darah dan kerentanan terhadap COVID-19; namun, penelitian tambahan diperlukan untuk lebih memahami mengapa dan apa artinya bagi pasien.

Dua penelitian yang diterbitkan di Blood Advances menunjukkan orang dengan golongan darah O mungkin memiliki risiko infeksi COVID-19 yang lebih rendah dan mengurangi kemungkinan hasil yang parah, termasuk komplikasi organ, jika mereka sakit.

Golongan darah O mungkin menawarkan perlindungan terhadap infeksi COVID-19. Hasil studi menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A, B, atau AB mungkin lebih mungkin terinfeksi COVID-19 daripada orang dengan tipe O.

Para peneliti tidak menemukan perbedaan yang signifikan dalam tingkat infeksi antara A, B, dan Tipe AB. Karena distribusi golongan darah bervariasi di antara subkelompok etnis, para peneliti juga mengontrol kelompok etnis dan menyatakan bahwa lebih sedikit orang dengan golongan darah O yang positif COVID-19.

"Sangat penting untuk mempertimbangkan kelompok kontrol yang tepat karena prevalensi golongan darah dapat sangat bervariasi di berbagai kelompok etnis dan negara yang berbeda," kata penulis studi Torben Barington, MD, dari Rumah Sakit Universitas Odense dan Universitas Denmark Selatan.

Meskipun ada beberapa teori, para peneliti belum mengetahui mekanisme apa yang dapat menjelaskan hubungan antara golongan darah yang berbeda dan Covid-19.

Mypinder Sekhon, dokter perawatan intensif di Rumah Sakit Vancouver dan penulis studi Kanada mengatakan orang dengan golongan darah O memiliki lebih sedikit faktor pembekuan utama yang membuat mereka kurang rentan terhadap masalah koagulasi dalam darah.

Penjelasan lain melibatkan antigen golongan darah dan bagaimana mereka mempengaruhi produksi antibodi melawan infeksi. Atau bisa juga dikaitkan dengan gen yang terkait dengan golongan darah dan pengaruhnya terhadap reseptor dalam sistem kekebalan.



Simak Video "Golongan Darah A Paling Berisiko Terinfeksi Parah Sars-CoV-2"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)