Minggu, 18 Okt 2020 13:00 WIB

Heboh Golongan Darah O 'Kebal' COVID-19, Penelitinya Titip Pesan Penting

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Close up of microbiologist hand with surgical gloves holding a positive blood test result for coronavirus. Test tubes rack with blood sample for covid-19 virus, on white background with copy space. Golongan darah O disebut lebih 'kebal' COVID-19 (Foto: iStock)
Jakarta -

Dua studi terbaru menyebut golongan darah O punya kerentanan lebih rendah untuk mengalami komplikasi virus Corona COVID-19. Namun tidak serta merta bisa diartikan 'kebal', sehingga tetap harus waspada.

Salah satu di antara kedua studi tersebut dilakukan di Denmark, menunjukkan hanya 38,4 persen pasien COVID-19 yang punya golongan darah O. Sementara pada populasi umum, golongan darah ini dimiliki oleh 41,7 persen warga Denmark.

Sebagai perbandingan, 44,4 persen pasien COVID-19 di Denmark memiliki golongan darah A. Sementara pada populasi umum, golongan darah A dimiliki oleh 42,4 persen warga Denmark.

Tidak diketahui pasti bagaimana hubungan antara golongan darah dengan kerentanan terhadap COVID-19. Beberapa spekulasi yang muncul antara lain bahwa sel darah merah dilindungi oleh molekul yang disebut antigen, dan molekul itulah yang menentukan respons sistem imun.

Namun yang pasti, temuan ini tidak menjadikan para pemilik golongan darah O benar-benar kebal. Artinya, apapun golongan darah seseorang, berbagai protokol pencegahan COVID-19 tetap harus dijalankan jika tidak ingin tertular.

"Tidak ada manfaat nyata bagi seseorang secara individual," pesan Torben Barington, profesor imunologi dari University of Southern Denmark yang terlibat dalam penelitian itu.

"Semua bisa tertular COVID-19 dan semua semua harus melakukan pencegahan yang direkomendasikan untuk menurunkan risikonya," katanya, dikutip dari Health.com.



Simak Video "Golongan Darah A Paling Berisiko Terinfeksi Parah Sars-CoV-2"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)