Sabtu, 17 Okt 2020 12:31 WIB

Terpopuler Sepekan: Usia Muda Tak Dapat Vaksin COVID-19 Hingga 2022

Ayunda Septiani - detikHealth
Simulasi uji klinis vaksin COVID-19 digelar di Kota Bandung. Simulasi uji klinis itu digelar untuk gambarkan alur pemberian vaksin virus Corona tersebut. Ilustrasi suntik vaksin. (Foto: Yudha Maulana)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut orang muda yang sehat tidak mungkin mendapat vaksin Corona sampai tahun 2022.

Soumya Swaminathan, Kepala ilmuwan WHO mengatakan ini dilakukan karena imunisasi akan diprioritaskan untuk orang tua dan kelompok rentan lainnya terlebih dahulu.

Seperti petugas kesehatan, pekerja garda terdepan, dan orang tua kemungkinan akan ditawari vaksin COVID-19 terlebih dahulu, meskipun rincian siapa saja yang menjadi prioritas masih dirampungkan oleh WHO.

Terlebih hingga saat ini belum ada satupun vaksin COVID-19 yang dianggap aman dan efektif oleh WHO, Uni Eropa atau Amerika Serikat.

"Orang cenderung berpikir bahwa pada tanggal 1 Januari atau 1 April, saya akan mendapatkan vaksin, dan kemudian semuanya akan kembali normal," jelas Swaminathan. "Tidak akan berhasil seperti itu," tambahnya.

Selain itu, Swaminathan mengatakan bahwa dunia diharapkan memiliki setidaknya satu vaksin COVID-19 yang aman dan efektif pada 2021, tetapi akan tersedia dalam jumlah yang terbatas.

Saat ini sudah ada 10 vaksin virus Corona di seluruh dunia sedang dalam uji klinis tahap akhir.

"Kebanyakan orang setuju bahwa ini dimulai dengan petugas kesehatan dan petugas garis depan, tetapi bahkan kemudian Anda perlu menentukan siapa di antara mereka yang memiliki risiko tertinggi dan kemudian orang tua dan seterusnya," jelas Swaminathan, dikutip dari laman CNBC.

"Akan ada banyak panduan yang keluar, tapi saya pikir rata-rata orang, orang muda yang sehat mungkin harus menunggu hingga 2022 untuk mendapatkan vaksin," pungkasnya.



Simak Video "Vaksin Corona Belum Direkomendasikan untuk Anak-anak dan Ibu Hamil"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)