Kamis, 22 Okt 2020 19:11 WIB

5 Bahaya yang Mengintai Jika Kamu Tidur Kurang dari 7 Jam

Ayunda Septiani - detikHealth
Ilustrasi Wanita Tidur Sendiri Bahaya kurang tidur dari 7 jam. (Foto: iStock)
Jakarta -

Berapa lama kamu tertidur setiap malam? Jika kamu tidur kurang dari tujuh jam kamu perlu mewaspadai beberapa dampak buruk yang diakibatkan.

Tidur merupakan kebutuhan bagi semua orang. Tidur juga menjadi salah satu kunci utama kesehatan, baik fisik maupun psikis.

Orang dewasa disarankan untuk tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam. Jika kurang dari itu, beberapa dampak buruk bisa mengintai.

"Rata-rata orang yang melaporkan tidur kurang dari tujuh jam secara rutin berisiko terhadap banyak penyakit," jelas Direktur National Center of Sleep, Michael Twery.

Dikutip dari laman Live Strong, berikut beberapa masalah yang akan terjadi saat seseorang tidur kurang dari tujuh jam per hari. Apa saja?

1. Obesitas

Kurang tidur berhubungan dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Sebuah tinjauan pada Oktober 2018 di BMJ Open Sport & Exercise Medicine menemukan bahwa orang yang memiliki kebiasaan tidur kurang dari tujuh jam saat malam hari cenderung memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi dan mengalami obesitas.

"Ketika kamu kurang tidur, tubuh mengurangi pelepasan leptin, hormon yang membantu menekan nafsu makan dan mendorong tubuh menggunakan energi," jelas spesialis tidur, Michael Breus.

Para peneliti juga menemukan bahwa terlalu sedikit tidur meningkatkan kadar hormon ghrelin, yang merangsang nafsu makan dan dapat menyebabkan penambahan berat badan.

2. Diabetes

Penyakit tidak menular satu ini bisa menyerang siapa saja yang memiliki gaya hidup yang buruk termasuk kurang tidur. Sebuah studi yang diterbitkan di Oman Medical Journal tahun 2016 menemukan hubungan antara kurang tidur dan diabetes tipe 2.

"Orang paruh baya dan orang tua yang kurang tidur dua kali lebih mungkin mengalami diabetes tipe 2 daripada orang yang cukup istirahat. Tidur membantu mengatur glukosa dan metabolisme. Kurang tidur juga mengakibatkan lonjakan kortisol yang bisa membuat sel lebih resisten terhadap insulin," jelas Breus.

3. Penyakit jantung

Kurang tidur juga bisa membahayakan jantung, terutama berkontribusi pada aterosklerosis. Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology tahun 2019 menyebut kurang tidur mengakibatkan penumpukan plak pada arteri atau aterosklerosis.

Sementara itu, pada studi Juli 2020 yang diterbitkan di Psychosomatic Medicine menemukan orang yang menghabiskan tidur dalam waktu minimal memiliki tekanan darah lebih tinggi.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Hari Diabetes Dunia, WHO Soroti Ketidakmerataan Akses Insulin"
[Gambas:Video 20detik]