Selasa, 27 Okt 2020 13:47 WIB

Studi Ungkap 'Long Covid' Juga Bisa Dialami Pasien COVID-19 Anak

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Professional general medical pediatrician doctor in white uniform gown visit Asia child patient with stethoscope and tablet computer chart. Physician check up Asian kid female inpatient in hospital children ward. Fenomena long COVID juga bisa terjadi pada anak-anak. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Pornpak Khunatorn)
Topik Hangat Fenomena Long COVID-19
Jakarta -

Fenomena 'long Covid' kini semakin banyak ditemukan pada pasien yang positif terinfeksi virus Corona. Gejala yang dirasakan seperti batuk yang berkepanjangan, sesak napas, hingga kecemasan.

Sebanyak 75 persen pasien COVID-19 di dunia yang sudah sembuh bisa mengalami 'long Covid' ini. Terkait itu, sebuah studi baru menunjukkan bahwa sebanyak 10 persen pasien COVID-19 anak-anak juga bisa mengalaminya.

Kasus ini diketahui terjadi pada anak berusia 12 tahun. Anak bernama Maggie ini menceritakan dirinya tertular Corona dari orang tuanya, dan merasakan gejala yang menetap.

"Rasanya seperti seekor gajah duduk di dada saya... Sulit untuk menarik napas dalam-dalam. Saya selalu mual, saya tidak ingin makan, saya sangat pusing saat berdiri atau bahkan hanya berbaring," jelas Maggie saat wawancara dengan New York Times, yang dikutip dari Times of India, Selasa (27/10/2020).

Kasus lainnya juga dialami Eli Lipman yang berusia 9 tahun. Ia tertular virus dari ayahnya, dan gejala COVID-19 masih bisa ia rasakan selama lima bulan

"Ini masalah besar dan akan menyakitkan. Lima bulan sebelumnya, saya merasa seperti akan mati. Saya merasa sangat lelah, tidak bisa bangun dan tidak ingin melakukan apa pun," kata Lipman.

"Namun, sekarang saya sudah merasa lebih baik dan merasa lebih energik," imbuhnya.

Orang dewasa maupun anak-anak membutuhkan tingkat perawatan yang sama pasca COVID-19. Bahkan perawatan terkait 'long Covid' mungkin membutuhkan waktu hingga seumur hidup.

Salah satu gejala COVID-19 yang paling mencolok terjadi pada anak-anak adalah Sindrom Peradangan Multisistem, yang menghasilkan respons kekebalan yang kuat.

Selain itu, bisa menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa sebagian anak-anak, termasuk kejang, nyeri yang menyiksa, demam berulang, gangguan kognitif, dan gangguan pernapasan. Tetapi, komplikasi ini masih jarang ditemukan.



Simak Video "Cara Mudah Bantu 'Memulihkan' Dunia dari Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)
Topik Hangat Fenomena Long COVID-19