Jumat, 13 Nov 2020 18:07 WIB

CDC Eropa Estimasi Risiko Varian COVID-19 dari Cerpelai, Ini Hasilnya

Firdaus Anwar - detikHealth
The young weasel in the big cage. Mutasi Corona dari cerpelai. (Foto: Getty Images/iStockphoto/kimberrywood)
Jakarta -

Virus Corona penyebab COVID-19 sudah memiliki beberapa mutasi. Dari sekian banyak mutasi yang diketahui, kabar munculnya varian dengan sebutan "cluster 5" di Denmark jadi perhatian serius.

Mutasi COVID-19 cluster 5 ini dilaporkan pertama kali muncul dari hewan cerpelai yang terinfeksi virus Corona, lalu menularkan kembali penyakitnya ke manusia. Di Denmark hewan cerpelai memang sengaja diternakkan untuk diambil bulunya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa (ECDC) menyebut analisa awal menemukan bagian virus yang bermutasi adalah protein pakunya (spike protein). Bagian tersebut digunakan oleh virus untuk menempel pada sel sehingga jadi target berbagai terapi yang tengah dikembangkan.

"Oleh karenanya mutasi ini bisa saja berdampak pada efektivitas kandidat vaksin yang tengah dikembangkan dan kemungkinan perlu diperbarui. Investigasi dan studi masih berlangsung untuk memperjelas seberapa besar kemungkinan implikasinya," tulis ECDC dalam penilaian yang diunggah di situs resminya pada 12 November.

ECDC menyebut sejauh ini gejala yang ditimbulkan COVID-19 cluster 5 tidak jauh berbeda dari infeksi COVID-19 lainnya. Penyebarannya juga relatif terbatas di wilayah tertentu, belum ada kasus penyebaran lintas negara lewat manusia yang dilaporkan.

Dengan data yang ada ECDC menilai ancaman COVID-19 dari cerpelai ini sementara rendah untuk populasi secara umum. Namun, bagi orang yang bekerja di peternakan cerpelai atau memiliki kondisi medis di wilayah yang banyak peternakan cerpelai risikonya sedang hingga tinggi.



Simak Video "Denmark Musnahkan 15 Juta Cerpelai Akibat Penularan Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)