Jumat, 13 Nov 2020 12:00 WIB

Mutasi Corona Cerpelai Ditemukan di Denmark, Mungkinkah Jadi Pandemi Baru?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi peternakan cerpelai Ilustrasi peternakan cerpelai. (Foto: (Getty Images/Fox Photos))
Jakarta -

Kabar mutasi virus Corona kembali menghebohkan dunia, yang kali ini berasal dari Denmark. Mutasi virus Corona dari hewan cerpelai ini disebut Organisasi Kesehatan Dunia sudah terdeteksi di 6 negara, yaitu Denmark, Amerika Serikat, Italia, Belanda, Spanyol, dan Swedia.

Para ahli juga mengkhawatirkan adanya mutasi virus Corona ini. Sebelumnya mutasi yang disebut 'Cluster 5' ini dikhawatirkan bisa mempengaruhi efektivitas dan kemanjuran vaksin di masa depan, yang saat ini sedang diteliti lebih dalam oleh ilmuwan berpengalaman.

Tapi, apakah mutasi virus Corona baru dari cerpelai ini berpotensi menjadi pandemi?

"Saya kira terlalu jauh ya pemikirannya," kata Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), Prof Amin Soebandrio saat dihubungi detikcom, Kamis (13/11/2020).

Menurut Prof Amin, mutasi virus itu bisa saja menjadi pandemi baru. Bahkan semua mutasi mampu atau bisa jadi sebuah pandemi.

"Kalau dibilang kemungkinan (pandemi baru) ya bisa saja. Semua mutasi bisa jadi virus SARS-Coronavirus yang berbeda. Tetapi, saat ini sih masih SARS-CoV-2, masih satu famili. Ya mungkin bedanya hanya varian-varian saja," jelasnya.

(sao/up)