Senin, 30 Nov 2020 12:38 WIB

Kematian Maradona Dinilai Mencurigakan, Polisi Gerebek Rumah Dokter Pribadinya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
BUENOS AIRES, ARGENTINA - NOVEMBER 26:  A fans holds a photograph of Diego Maradona and a replica of the world cup trophy as he queues to enter the government palace on November 26, 2020 in Buenos Aires, Argentina. Maradona died of a heart attack at his home on Thursday 25 aged 60 . He is considered among the best footballers in history and lead his national team to the World Cup in 1986. President of Argentina Alberto Fernandez declared three days of national mourning. (Photo by Rodrigo Valle/Getty Images) Diego Maradona meninggal karena henti jantung (Getty Images/Rodrigo Valle)
Jakarta -

Dokter pribadi Diego Maradona digerebek polisi Argentina pada Minggu (29/11/2020) terkait kemungkinan kasus pembunuhan yang tidak disengaja dalam kematian legenda sepak bola tersebut.

Penyelidikan dilakukan setelah pengacara Maradona pekan lalu menyerukan pemeriksaan penuh mengenai kematian Maradona yang meninggal dunia di usia 60 tahun. Kabar terakhir menyebut Maradona meninggal akibat serangan jantung.

Dikutip dari New York Post, penyidik mendatangi rumah dokter pribadinya, Leopoldo Luque, sekitar pukul 8.40 pagi waktu setempat dan menyelidiki kemungkinan kelalaian medis dalam kematian Maradona.

"Karena Luque adalah dokter pribadi Maradona, keputusan diambil untuk menggeledah rumah dan operasinya (kantor) untuk mencari dokumen yang dapat menentukan apakah, selama perawatan Maradona di rumah, ada penyimpangan," kata sumber penegak hukum kepada media lokal La Nacion Argentina.

Pengacara bintang sepak bola, Matias Moria, mengajukan pertanyaan tentang kematiannya pada Kamis lalu.

Putri Maradona, Dalma, Giannina, dan Jana, berbicara dengan penyelidik dan juga mengajukan pertanyaan tentang kemungkinan keterlibatan Luque dalam kematian ayah mereka.

"Ambulans membutuhkan waktu lebih dari setengah jam untuk tiba, yang merupakan kebodohan kriminal," katanya kepada Independent Online.

Keluarga Maradona sudah dibuat berang setelah tiga petugas pemakaman yang dipercaya swafoto di samping jenazah. Claudio Fernandez, salah satu petugas pemakaman langsung dipecat karena insiden itu.

Dalam sebuah foto, seorang pria terlihat mengacungkan jempol ke arah kamera, sementara lainnya menyentuh dahi mendiang pemenang Piala Dunia tersebut. Fernandez mengatakan bahwa mereka sebenarnya tidak berencana mengambil foto itu, hanya ikut-ikutan putranya yang terlebih dahulu ber-swafoto.



Simak Video "Satgas COVID-19 soal Vaksin Nusantara: Kewenangan Ada di BPOM"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)