Kamis, 24 Des 2020 07:30 WIB

Duh, Mutasi Corona Afsel yang Disebut Lebih 'Ganas' Menyebar ke Negara Ini

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. Mutasi Corona. (Foto ilustrasi: NIAID)
Jakarta -

Afrika Selatan juga menemukan mutasi Corona baru yang diduga lebih ganas, dan disebut memicu lonjakan kasus kematian di sana. Rupanya, varian baru Corona ini juga sudah menyebar ke Inggris.

Dikutip dari Reuters, ada dua kasus Corona dari mutasi baru asal Afsel yang diidentifikasi di Inggris. Keduanya melakukan perjalanan dari Afrika Selatan beberapa minggu terakhir.

"Varian baru ini sangat memprihatinkan, karena lebih cepat menular, dan tampaknya telah bermutasi lebih jauh daripada varian baru yang ditemukan di Inggris," kata Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock.

Di sisi lain, Inggris juga tengah berjuang dengan varian baru Corona yang diduga 70 persen lebih menular. Penelitian lebih lanjut tengah dilakukan pada varian baru Corona Inggris.

Dua kasus yang ditemukan terkait varian baru Corona dari Afrika Selatan di Inggris tengah menjalani karantina. Perjalanan dari Afrika Selatan pun dibatasi.

Sejumlah negara dalam beberapa waktu terakhir, juga melarang perjalanan hingga keluar-masuk Inggris dan Afrika Selatan terkait varian baru Corona. Termasuk Indonesia, melarang kedatangan warga dari Inggris.

Seperti apa varian baru Corona di Afrika Selatan?

Adalah varian 501.V2, yang diidentifikasi para peneliti Afrika Selatan. Varian ini juga disebut menjelaskan bagaimana penyebaran COVID-19 di gelombang kedua Afrika Selatan terjadi sangat cepat.

"Varian ganas dari virus Corona telah terdeteksi di Afrika Selatan yang berpengaruh pada penyebaran cepat gelombang kedua, dan menyerang orang yang lebih muda," kata Menteri Kesehatan Zwelini Mkhize, Jumat (18/12/2020).

Berbedakah varian baru Corona di Inggris dan Afrika Selatan?

"Jadi varian baru di Inggris, yang telah kami identifikasi, sangat berbeda dengan varian di Afrika Selatan, mutasinya berbeda," kata Susan Hopkins dari Public Health England.

"Keduanya terlihat lebih mudah menular. Kami memiliki lebih banyak bukti tentang transmisi untuk varian Inggris karena kami telah mempelajarinya dengan sangat detail dengan mitra akademis. Kami masih mempelajari varian Afrika Selatan," tuturnya.

Namun, terkait dampaknya pada vaksin Corona, disebutkan hingga kini belum ada bukti bahwa mutasi yang berkembang mempengaruhi efektivitas vaksin.

"Saat ini kami tidak memiliki bukti bahwa vaksin nantinya tidak akan efektif karena mutasi ini, jadi sebenarnya yang dimaksud adalah bahwa ada bukti kuat bahwa vaksin itu akan berhasil, karena vaksin menghasilkan respons kekebalan yang kuat dan luas serta bertindak melawan banyak variasi dalam virusnya," katanya.



Simak Video "Kapan Vaksin COVID-19 Harus Diganti?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)
eLife
×
Kiat Proteksi Buah Hati dari COVID-19
Kiat Proteksi Buah Hati dari COVID-19 Selengkapnya