Kamis, 31 Des 2020 05:49 WIB

Kilas Bugar 2020

5 Kasus Medis Langka dan Aneh di 2020, Urine Beralkohol dan Kencing Hijau

Kanya Anindita - detikHealth
Close-up portrait of doctor in hospital operating room Berbagai kasus medis langka di 2020 (Foto: Getty Images/graphixel)
Topik Hangat Kilas Bugar 2020
Jakarta -

Sejumlah kasus medis yang terbilang aneh menarik perhatian sepanjang tahun 2020. Mulai dari seorang pria dengan urine berwarna hijau hingga remaja dengan jarum jahit ada pada hatinya.

Kumpulan kasus ini menggambarkan kondisi setiap pasien yang tidak memiliki gejala umum seperti kebanyakan penyakit lainnya. Namun, laporan ini dapat membantu dokter lebih memahami tanda-tanda pada penyakit langka.

Dikutip dari Live Science, berikut 5 kasus medis langka dan aneh sepanjang 2020:

1. Kencing berwarna hijau

Pria berusia 62 tahun asal Chicago dirawat di rumah sakit setelah diketahui memiliki kadar karbondioksida yang tinggi dalam darahnya. Kondisi tersebut dapat mengancam nyawanya apabila tidak segera diobati.

Menurut laporan kasus yang diterbitkan 2 Desember di The New England Journal of Medicine, pria itu ditempatkan di ventilator dan diberi anestesi umum yang disebut propofol. Setelah lima hari perawatan, urin yang ditampung dalam kantong kateter itu berubah menjadi hijau.

Dalam kasus ini, urin warna hijau disebabkan oleh propofol. Untungnya, perubahan warna ini tidak berbahaya dan urin kembali ke warna normal begitu pengobatan dihentikan.

2. Alergi dingin

Menurut laporan kasus tanggal 27 Oktober oleh The Journal of Emergency Medicine, seorang pria berusia 34 tahun pingsan setelah mandi dengan air hangat. Hal itu merupakan reaksi alergi terhadap dingin yang sangat parah (anafilaksis) dan ia hampir meninggal.

Pria asal Colorado itu berjuang untuk bernapas dan kulitnya dipenuhi gatal-gatal. Dokter mendiagnosisnya dengan urtikaria dingin, reaksi alergi pada kulit setelah terpapar suhu dingin termasuk udara dingin atau air dingin.

Gejala yang paling umum adalah ruam merah dan gatal-gatal setelah terpapar dingin. Dalam kasus yang lebih serius, orang yang terkena anafilaksis dapat mengalami penurunan tekanan darah dan saluran udara menyempit sehingga sulit bernapas. Pria itu dirawat dengan antihistamin dan steroid sehingga kondisinya membaik.

3. Overdosis permen licorice hitam

Seorang pria di Massachusetts meninggal setelah makan terlalu banyak licorice hitam. Diketahui permen tersebut mengandung senyawa beracun yang disebut glycyrrhizin dan berasal dari akar licorice.

Menurut laporan The New England Journal of Medicine yang terbit tanggal 23 September, pria berusia 54 tahun tersebut pingsan setelah mengalami masalah pada detak jantung. Dia mengonsumsi satu hingga dua bungkus besar permen licorice hitam setiap hari, padahal pola makannya sedang tidak teratur dalam beberapa minggu terakhir.

Mengonsumsi permen licorice hitam secara berlebihan dapat menurunkan kalium tubuh, tekanan darah tinggi, dan irama jantung tidak normal. Hal ini juga bisa berujung pada kematian.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Yuk Belajar CPR, Pertolongan Pertama Henti Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
Topik Hangat Kilas Bugar 2020