Sabtu, 23 Jan 2021 11:00 WIB

Doni Monardo Positif COVID-19 dengan CT Value 25, Artinya Apa Sih?

Zintan Prihatini - detikHealth
Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja bersama BNPB. Kepala BNPB Doni Monardo nampak hadir di raker tersebut. Doni Monardo positif COVID-19 dengan CT value 25 (Foto: Lamhot Aritonang)
Topik Hangat CT Value COVID-19
Jakarta -

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengumumkan dirinya terinfeksi virus Corona. Ia mengungkap hasil pemeriksaan menunjukkan 'CT Value 25'.

"Dari hasil tes PCR tadi malam, pagi ini mendapatkan hasil positif COVID-19 dengan CT Value 25. Saya sama sekali tidak merasakan gejala apa pun dan pagi ini tetap beraktivitas normal dengan olahraga ringan berjalan kaki 8 kilometer," kata Doni, dikutip dari rilis BNPB, Sabtu (23/1/2021).

CT Value belakangan ini banyak disebut-sebut ketika seseorang didiagnosis positif COVID-19. Ketika seseorang dinyatakan positif, pertanyaan yang sering dilontarkan belakangan ini adalah "berapa CT value-nya?"

Dalam pemeriksaan COVID-19, metode yang umum digunakan adalah deteksi molekuler yang disebut real-time reverse-transcriptase polymerase chain reaction (realtime RT-PCR). Beberapa laboratorium menggunakan tes RT-PCR kuantitatif yaitu dengan menyatakan nominal dari cycle threshold value atau CT value.

Pada hasil tes PCR, kadang-kadang tidak hanya tertera keterangan positif maupun negatif. Meski tidak selalu, beberapa laboratorium menambahkan keterangan CT value. Lantas, apa sih sebenarnya CT value itu?

Berikut lima fakta CT value dalam pemeriksaan COVID-19 menurut CDC.

1. Apa itu CT value dalam pemeriksaan COVID-19?

Sebagai cara untuk meningkatkan kemampuan tes mendeteksi virus, tes RT-PCR membuat banyak salinan materi genetik yang sama dari virus dalam proses yang disebut amplifikasi. Ambang batas siklus (CT value) adalah titik di mana reaksi mencapai intensitas fluoresen di atas tingkat latar belakang.

CT value menunjukkan kapan target asam nukleat terdeteksi dalam proses amplifikasi. Ada korelasi antara CT value dan jumlah materi genetik virus yang ada dalam spesimen.

2. Adakah kaitan CT value dengan jumlah virus?

Nilai CT tidak menunjukkan berapa banyak virus yang ada, tetapi menujukkan apakah materi genetik virus terdeteksi pada ambang batas yang ditentukan atau tidak. Tes RT-PCR dapat bersifat kualitatif atau kuantitatif, dan ini mempengaruhi bagaimana nilai CT diinterpretasikan.

Sejak 23 Oktober 2020, semua tes diagnostik RT-PCR yang telah menerima izin penggunaan darurat (EUA) dari FDA AS untuk pengujian SARS-CoV-2 adalah tes kualitatif.

- Dalam tes RT-PCR kualitatif, jumlah virus yang diketahui digunakan selama pengembangan tes untuk menentukan CT value apa yang terkait dengan spesimen positif dan negatif. CT value dihasilkan saat menguji spesimen pasien, hingga diinterpretasikan sebagai positif atau negatif tetapi tidak dapat digunakan untuk menentukan berapa banyak virus yang ada dalam spesimen pasien individu.

- Dalam tes RT-PCR kuantitatif, serangkaian jumlah salinan genom yang disebut sampel referensi, diuji bersamaan dengan setiap reaksi RT-PCR. Dengan membandingkan CT value dari spesimen pasien dengan CT value dari sampel referensi, tes dapat menghitung jumlah salinan asam nukleat target. Meskipun tes RT-PCR kuantitatif dapat memperkirakan tingkat viral load atau beban virus dalam suatu populasi, tes RT-PCR ini tidak dapat menentukan berapa banyak virus yang ada dalam spesimen pasien.

CT value tidak bisa saling dibandingkan. Maksudnya bagaimana? Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ahli Gizi Ingatkan Jaga Pola Makan Seimbang Saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
Topik Hangat CT Value COVID-19