Selasa, 26 Jan 2021 18:31 WIB

Dikhawatirkan Jadi Pandemi Baru, Bagaimana Cara Penularan Virus Nipah?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Wabah Virus Nipah di India Virus Nipah dikhawatirkan menjadi pandemi baru. (Foto ilustrasi: DW (News))
Topik Hangat Ancaman Virus Nipah
Jakarta -

Virus Nipah (NiV) kini dikhawatirkan akan menjadi pandemi baru oleh para ilmuwan. Selain belum ada vaksinnya, virus ini diketahui memiliki tingkat kematian hingga 75 persen.

Beberapa tahun lalu pada 1998, virus yang berasal dari kelelawar ini pernah mewabah di Malaysia dan Singapura. Disebutkan, korban jiwa akibat virus Nipah sudah sebanyak lebih dari 100 orang.

Bagaimana cara penularan virus Nipah?

Dikutip dari situs resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS), virus Nipah dapat ditularkan melalui cairan, seperti darah, urin, dan air liur dari hewan yang terinfeksi virus tersebut.

"Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar atau babi, atau cairan tubuh mereka," tulis CDC.

Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui produk makanan yang telah terkontaminasi cairan hewan yang terinfeksi. Misalnya, kurma atau buah-buahan yang terkena air liur atau air seni dari kelelawar pembawa virus Nipah.

"Beberapa kasus infeksi NiV juga dilaporkan terjadi pada orang yang memanjat pohon tempat kelelawar sering bertengger," ujar CDC.

Penularan virus Nipah dari manusia ke manusia juga telah dilaporkan di antara keluarga dan perawat pasien yang terinfeksi.

Dilaporkan, orang yang terkena virus Nipah bisa mengalami gejala pernapasan, seperti batuk, sakit tenggorokan, kelelahan, dan ensefalitis, pembengkakan otak yang dapat menyebabkan kejang dan kematian.



Simak Video "5 Fakta Virus Nipah yang Dikhawatirkan Jadi Pandemi Baru Asia"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)
Topik Hangat Ancaman Virus Nipah