Rabu, 27 Jan 2021 12:30 WIB

Deretan Negara Asia yang Pernah 'Diserang' Virus Nipah, Termasuk Malaysia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Scientist analyzing nipah virus positive blood sample Ilustrasi virus Nipah. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Manjurul)
Topik Hangat Ancaman Virus Nipah
Jakarta -

Ilmuwan dari Thailand, Supaporn Wacharapluesadee, memperingatkan adanya ancaman pandemi baru yakni virus Nipah (NiV). Ancaman ini kian besar lantaran penyakit ini belum ada obatnya.

Virus Nipah dapat menyebabkan masalah pernapasan yang parah dan ensefalitis, pembengkakan otak, dan memiliki angka kematian 40 hingga 75 persen, tergantung di mana wabah itu terjadi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, virus Nipah sempat mewabah di beberapa negara Asia. Sejauh ini, NiV telah menginfeksi 477 orang dan membunuh 252 orang sejak pertama kali ditemukan di tahun 1998.

Wabah virus Nipah diduga pertama kali muncul di Malaysia antara tahun 1998-1999 dan telah menyebar ke sejumlah negara seperti Singapura, Bangladesh, dan India. Tingkat kematian tertinggi terjadi di Bangladesh, saat wabah tersebut terjadi di musim dingin.

Dalam jurnal WHO yang berjudul 'Nipah Virus Infection', ada beberapa negara di Asia yang pernah diserang wabah virus Nipah.

- Malaysia (1998-1999)

Terjadi di Perah, Negeri Sembilan, dan Selangor. Otoritas kesehatan Malaysia sempat menduga kasus ini sama seperti penyakit Japanese Enchepalitis sebagai penyebab penyakit tersebut.

Sebanyak 265 kasus dengan gejala ensefalitis dengan 105 kematian dilaporkan. Tingkat kematian sebesar 40 persen.

- Singapura (Maret 1999)

Tercatat 11 orang terinfeksi, 1 di antaranya meninggal dunia. Tingkat kematian 9 persen.

- India (Februari 2001)

Terjadi di Siliguri, menginfeksi 66 orang dan 45 pasien dinyatakan meninggal dunia. Tingkat kematian 68 persen.

- Bangladesh (Januari-Maret 2005)

Wabah ini dilaporkan di Meherpur (13 kasus dengan sembilan kematian atau 69 persen), Naogaon (12 kasus dengan delapan kematian atau 67 persen), Goalando (29 kasus dengan 22 kematian atau 76 persen), Faridpur (36 kasus dengan 27 kematian atau 75 persen) dan Tangail (12 kasus dengan 11 kematian atau 92 persen).

- India (April 2007)

Menyebar di distrik Nadia, India. Menyebabkan 5 kasus dan 5 pasien terinfeksi virus Nipah itu diumumkan meninggal dunia atau 100 persen kematian.

- Bangladesh (2008)

Di bulan Februari 2008, distrik Manikganj and Rajbari diserang wabah virus Nipah. 11 orang terinfeksi dan 6 meninggal dunia. Tingkat kematian 60 persen.

Sementara pada April 2008, wabah ini muncul di distrik Shatkira dan Jessore. Menginfeksi 2 orang, satu di antaranya meninggal dunia.

Terjadi lagi di India tahun 2018

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "5 Fakta Virus Nipah yang Dikhawatirkan Jadi Pandemi Baru Asia"
[Gambas:Video 20detik]
Topik Hangat Ancaman Virus Nipah