Senin, 01 Feb 2021 21:08 WIB

RSUD dr Moewardi Solo Teliti Tali Pusat untuk Terapi COVID-19

Bayu Ardi Isnanto - detikHealth
Pretty scientist studying new virus in laboratory (Foto: thinkstock)
Solo -

RSUD dr Moewardi (RSDM) memulai penelitian tali pusat untuk terapi penyembuhan pasien COVID-19. Kandungan sel punca (stem cell) pada tali pusat dinilai bisa membantu penyembuhan pasien COVID-19 tingkat berat.

Ketua Komite Stem Cell RSDM Solo, Dr. dr. Bintang Soetjahjo Sp.OT(K) menjelaskan sel punca adalah sel yang belum terdiferensiasi seingga memiliki kemampuan untuk berkembang biak dan berdiferensiasi menjadi sel-sel lain yang lebih spesifik pada tubuh manusia.

"Dengan sifat antiperadangan dan immunomodulatori, diharapkan sel punca mampu mencegah badai sitokin pada COVID-19 sehingga akan menghambat perburukan dan kematian dari pasien COVID-19, serta lama rawat inap menjadi lebih singkat," kata Bintang di RSDM Solo, Senin (1/2/2021).

Bintang mengatakan sebetulnya sel punca juga dapat ditemukan di sumsum tulang, lemak, plasenta atau jaringan lain. Namun penelitian kali ini diputuskan untuk menggunakan tali pusat.

"Kita pakai tali pusat karena memiliki kandungan stem cell paling tinggi," kata dia.

Adapun tali pusat yang dimaksud ialah tali pusat dari proses melahirkan. Satu tali pusat dapat diekstrak menjadi obat untuk banyak pasien.

Tentu proses untuk menjadikan tali pusat menjadi obat tidak sederhana. Butuh penelitian panjang agar kandungan sel punca dalam tali pusat bisa betul-betul menjadi alternatif pengobatan.

"Kita ambil dari sel orang lain, kita processing dan hilangkan semua yang menyebabkan penolakan tubuh. Sehingga diharapkan dapat digunakan secara aman," ujar dia.

Menurutnya, proses penelitian harus dilakukan di laboratorium khusus yang memiliki izin Kementerian Kesehatan. Proses pembuatan obat pun diawasai Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

"Stem cell yang instan atau yang siap pakai ini diperlukan di saat seperti ini. Pembuatannya di laboratorium yang memenuhi syarat, dengan pengawasan ketat, dan cara pembuatannya harus berizin BPOM," katanya.

Sementara itu, Direktur RSDM Solo, Cahyono Hadi, mengatakan penelitian kali ini dilakukan kepada 42 pasien. Produk ASPMN-TP yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari PT Bifarma Adiluhung yang sudah memiliki sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Penelitian ini untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan pemberian intravena alogenik sel punca mesenkimal normoksia berasal satu donor tali pusat ASPMN-TP sebagai terapi penyembuhan pada pasien COVID-19 level berat dengan jumlah sampel 42 pasien yang dibagi dalam 3 center," ujar Cahyono.



Simak Video "Terapi Stem Cell Efektif Sembuhkan Pasien COVID-19 Gejala Berat"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)