Kamis, 04 Feb 2021 06:16 WIB

Perbandingan Efikasi Vaksin COVID-19, Sinovac hingga Sputnik V

Ayunda Septiani - detikHealth
MANCHESTER, ENGLAND - JANUARY 30: Volunteers are trained by St John Ambulance instructors to administer Covid-19 vaccines at Manchester United Football Club on January 30, 2021 in Manchester, England. The St John Ambulance volunteer-based organisation is training more than 30,000 volunteers to join the UKs covid-19 vaccination campaign. Volunteer vaccinators complete 21.5 hours of training over four weeks, a blend of online and in-person learning. St John Ambulances highly skilled volunteers have been supporting the NHS throughout the COVID-19 pandemic.  (Photo by Christopher Furlong/Getty Images) Ilustrasi vaksin COVID-19 (Foto: Getty Images/Christopher Furlong)
Jakarta -

Sampai saat ini, para ilmuwan masih berlomba-lomba untuk menghasilkan vaksin COVID-19 yang efektif mencegah penularan virus Corona. Bahkan beberapa di antaranya sudah menunjukkan efektivitas lebih dari 90 persen.

Namun, seperti vaksin pada umumnya, vaksin COVID-19 ini juga melaporkan adanya efek samping yang dirasakan relawan saat mendapatkan suntikan uji coba. Mulai dari nyeri hingga demam.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut perbandingan efektivitas dari beberapa kandidat vaksin COVID-19.

1. Pfizer- BioNTech

Vaksin buatan Pfizer dan BioNTech yaitu BNT162b2 diklaim 90 persen efektif. Seperti yang lainnya, vaksin ini juga menunjukkan adanya efek samping pada relawannya.

Beberapa orang dari total relawan sebanyak 43.500 ini mengalami efek samping seperti sakit kepala dan nyeri otot pada suntikan pertama. Relawan asal Austin, Texas, Glenn Deshields (44) mengatakan merasa 'pengar yang parah' dan rasa seperti mabuk, meski hilang dengan cepat.

2. Moderna

Salah satu vaksin COVID-19 lainnya yaitu yang dikembangkan oleh Moderna juga disebut menjadi kandidat yang potensial untuk menangkal penularan Corona. Ini karena vaksin tersebut memiliki efikasi sebesar 94,5 persen, menjanjikan, dan diklaim menimbulkan efek samping yang ringan.

3. Oxford-AstraZeneca

Dari situs penelitian ilmiah Lancet, dilaporkan efikasi dari Astrazeneca mencapai 70 persen. Angka ini didapatkan dari uji klinis tahap tiga di Brasil dan Inggris.

Angka efikasi tersebut didapat dari penggabungan data kelompok orang yang divaksinasi dengan dosis tepat, dan dosis yang keliru. Jika hanya menggunakan data kelompok dosis yang tepat, ditemukan efikasi sebesar 64 persen.

Meski lebih rendah, vaksin Astrazeneca telah mencapai standar efikasi minimal vaksin Covid-19 yaitu 50 persen. Vaksin Astrazeneca juga tidak perlu disimpan dalam suhu -80 derajat seperti vaksin Covid-19 Pfizer.

Untuk mengetahui lebih lanjut soal efikasi vaksin COVID-19. Klik halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Hasil Akhir Vaksin Moderna Tunjukkan Tak Ada Efek Samping Parah"
[Gambas:Video 20detik]