Minggu, 07 Feb 2021 06:10 WIB

Round Up

Jenis-jenis Vertigo, Kondisi di Balik Kabar Meninggalnya Prof Firmanzah

Vidya Pinandhita - detikHealth
Prof. Firmanzah Meninggalnya Rektor Paramadina Prof Firmanzah dikaitkan dengan riwayat vertigo (Foto: Angga Laraspati)
Jakarta -

Rektor Paramadina Prof Firmanzah meninggal dunia pada Sabtu (6/2/2021). Sumber menyebut manfan staf khusus presiden era Susilo Bambang Yudhoyono ini meninggal karena vertigo.

"Kabarnya beliau meninggal dunia karena vertigo," kata salah satu dosen Universitas Paramadina Khoirul Umam saat dihubungi lewat telepon, Sabtu (6/2/2021).

Belum ada informasi resmi dari keluarga terkait penyebab meninggalnya Prof Firmanzah di usia yang relatif masih muda. Namun dipastikan, bukan karena COVID-19.

Terkait kabar Prof Firmanzah mengidap vertigo, dokter saraf dari RS Medistra Jakarta, dr Rimawati Tedjasukmana, SpS menjelaskan bahwa vertigo umumnya bukan penyakit melainkan sebuah gejala. Menurutnya ada 2 jenis vertigo yang dikenal.

1. Vertigo sentral

Disebabkan oleh kelainan di otak kecil (cerebellum) atau batang otak, vertigo sentral adalah jenis vertigo yang bisa berujung kematian. Beberapa pemicunya antara lain stroke karena penyumbatan pembuluh darah, perdarahan, tumor, infeksi, maupun peradangan.

"Biasanya vertigo sentral lebih lama (berlangsungnya). Mual atau muntah jarang, tidak tergantung perubahan posisi tubuh. Bisa ada kelainan saraf lain seperti kelemahan lengan, tungkai, baal, kesemutan, dan gangguan keseimbangan," terang dr Rimawati saat dihubungi detikcom, Sabtu (6/2/2021).

Jenis vertigo seperti ini menurut dr Rimawati butuh penanganan yang cepat. Jika penyebab utamanya tidak teratasi, menurutnya bisa berakibat fatal.

2. Vertigo perifer

Jenis lain yang juga sering ditemukan adalah vertigo perifer. Jenis ini bisa dialami oleh usia muda maupun dewasa. Pada usia yang lebih muda, bisa disebabkan oleh trauma kepala dan infeksi telinga, sedangkan pada lanjut usia dipicu oleh penurunan fungsi organ atau proses degeneratif.



Simak Video "Mengenal Sistem Bubble yang Bakal Diterapkan di PON Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)