Selasa, 09 Feb 2021 09:18 WIB

Perbandingan Efikasi Berbagai Vaksin COVID-19 terhadap Varian Corona Afsel

Firdaus Anwar - detikHealth
Ribuan tenaga kesehatan (nakes) menjalani vaksinasi COVID-19 di Surabaya. Ada 4 ribu lebih nakes yang disuntik vaksin COVID-19. Vaksin COVID-19. (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta -

Varian baru virus Corona di Afrika Selatan (Afsel) disebut bisa lebih kuat melawan vaksin. Alasannya varian bernama 501.V2 atau B1351 tersebut memiliki mutasi yang membuatnya kemungkinan bisa menghindari imunitas yang terbentuk dari varian lain atau vaksin saat ini.

Otoritas di Afrika Selatan mengaku untuk sementara akan menahan program vaksinasi sementara para ilmuwan merumuskan strategi.

Uji klinis berbagai vaksin COVID-19 diketahui sudah dilakukan terhadap varian baru Corona Afsel. Berikut rangkuman hasilnya:

1. AstraZeneca

Uji awal vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca-Oxford terhadap varian Corona B1351 menemukan efek perlindungan yang terbatas. Seorang juru bicara untuk AstraZeneca mengatakan hal itu diketahui dari data studi yang melibatkan 2.000 partisipan.

"Hanya saja kami belum bisa memastikan bagaimana efeknya terhadap kasus parah dan kejadian membutuhkan perawatan di rumah sakit, karena sebagian besar subjek penelitian adalah orang dewasa sehat. Kampus Oxford dan AstraZeneca akan memodifikasi vaksin untuk varian ini dengan cepat sehingga diprediksi bisa siap di musim gugur," kata sang juru bicara seperti dikutip dari DW News, Selasa (9/2/2021).

Dikutip dari The Guardian, efikasi vaksin COVID-19 Astrazenca terhadap varian Corona Afsel dilaporkan hanya sampai 10 persen.

2. Pfizer

Studi yang dipublikasi di jurnal Nature Medicine melaporkan vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech masih cukup efektif melawan varian virus dengan mutasi yang sama seperti varian Corona di Afsel. Efikasi dilaporkan ada di angka 81 persen, lebih rendah daripada efikasi terhadap varian yang umum mencapai 95 persen.

3. Moderna

Vaksin COVID-19 buatan Moderna dilaporkan dalam bioRXiv bisa menghasilkan antibodi yang mengenali varian baru virus Corona Afsel. Artinya ada kemungkinan bahwa vaksin masih bisa efektif meski efek netralisasi antibodinya mungkin memang tidak sekuat bila dibandingkan dengan varian umum.

Dikutip dari BBC, Moderna saat ini sedang menguji apakah diperlukan dosis ketiga vaksin untuk memperkuat imun terhadap varian Afsel. Moderna juga menginvestigasi apakah perlu memodifikasi vaksin khusus untuk varian tersebut.

4. Novavax

Vaksin COVID-19 buatan Novavax disebut memiliki efikasi sampai 95,6 persen terhadap varian Corona yang umum. Terhadap varian Corona yang baru studi, menemukan penurunan efektivitas jadi 86 persen terhadap varian Corona di Inggris dan 60 persen terhadap varian Corona di Afsel.

"Ini luar biasa... Jauh di atas harapan orang-orang," kata kepala eksekutif Novavax, Stan Erck, seperti dikutip dari BBC.

5. Johnson & Johnson

Johnson & Johnson (J&J) melaporkan vaksin COVID-19 yang dikembangkan perusahaannya 66 persen efektif terhadap COVID-19 secara umum. Vaksin ini menarik perhatian karena jadi yang pertama menerapkan pemberian satu dosis atau sekali suntik.

Hanya saja terhadap varian baru Corona Afsel memang dilaporkan ada penurunan efektivitas. Dikutip dari BBC, Dr Mathai Mammen dari Janssen Pharmaceuticals, anak perusahaan J&J, menyebut efektivitas vaksin terhadap varian Afsel sekitar 57 persen.



Simak Video "Vaksin COVID-19 Efektif Minimalisir Kemungkinan Tertular COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)